Share

Sukses Kelola Agrowisata Belimbing, BUMDes Tirta Abadi Mampu Tumbuhkan Ekonomi dan Sumbang PADes

Bojonegoro, Media Center – BUMDes Tirta Abadi Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, dalam tiga tahun terakhir telah mampu menyetorkan pendapatan asli desa (PADes) dari unit usaha yang dikelolanya. Bahkan jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk unit usaha pengelolaan Agrowisata Belimbing, BUMDes Tirta Abadi mulai menyetorkan PADes sejak 2016. Yakni sebesar Rp7 juta, kemudian meningkat pada tahun 2017 sebesar Rp25.395.780, dan meningkat lagi pada 2018 sebesar Rp35 juta lebih.

“Sedangkan untuk tahun 2019 ini belum kita hitung, karena belum dilakukan rapat tahunan,” ujar Ketua BUMDes Tirta Abadi Desa Ngringinrejo, Hari Sulistyadi, Jumat (10/1/2020).

Selain mengelola agrowisata, BUMDes Tirto Abadi juga memiliki usaha pompanisasi dan simpan pinjam. Usaha pompanisasi yang dijalankan untuk mengairi kebutuhan pertanian seluas 7 hektar. Omset setiap tahun yang didapat dari usaha ini sebesar Rp40 juta. Dari pendapatan tersebut sebagian juga disetorkan untuk PADes sebesar Rp8 juta.

“Pendapatannya masih besar di pengelolaan agrowisata,” pungkasnya.

PADes yang disetorkan ini berasal dari penjualan tiket pengunjung, retribusi pedagang di dalam lokasi agrowisata, spot selfi dan jasa toilet. Untuk karcis masuk sebesar Rp2.000 per orang, dan retribusi pedagang Rp2.000 per minggu.

Catatan Unit Usaha Agrowisata, jumlah pengunjung pada 2015 lalu sebanyak 111.020 orang, tahun 2016 meningkat 137.824 orang, tahun 2017 meningkat lagi sebanyak 145.712 orang, tahun 2018 sampai bulan Juni sebanyak 99.610 orang, dan tahun 2019 sebanyak 136.712 orang.

“Tahun ini kita akan tambah fasilitas untuk meningkatkan jumlah pengunjung,” tegas Ketua Unit Usaha Agrowisata, Priyo Sulistyo.

Sejumlah fasilitas yang sudah ada di Agrowisata Belimbing sekarang ini adalah 14 gazebo, tujuh toilet, lahan parkir, outbon, bumi perkemahan, dan spot selfi.

Selain itu, satu aula berukuran 6×8 meter yang berada di tanah kas desa. Anggaran pembangunan aula tersebut berasal dari bantuan Pemkab Bojonegoro sebesar Rp100 juta.

Sedangkan fasilitas yang akan ditambah pada 2020 ini adalah satu rumah pohon, taman bermain anak-anak, menambah spot foto, menyerasaikan lapak penjual, kilinik kesehatan di lokasi agrowisata, dan mempercantik sepanjang jalan mulai gapura masuk dengan tanaman bunga di kanan dan kiri jalan.

“Untuk taman bermain anak akan kita jadikan satu lokasi dengan aula di tanah kas desa,” tegas pria yang juga Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ngringinrejo.

Menurut Priyo, dengan meningkatnya pengunjung ini selain bisa meningkatkan pendapatan BUMDes, juga para pedagang. Sekarang ini ada 100 pedagang di lokasi agrowisata.

“Pedagang ini selain petani belimbing, mereka warga sini yang tidak memiliki kebun. Tapi mereka menjualkan belimping milik petani,” ungkapnya.

Di agrowisata ini terdapat 10.800 pohon belimbing di areal seluas 20 hektar dengan jumlah petani sebanyak 108 orang.

Musiah, salah satu penjual belimbing mengaku, jika pengunjung ramai seperti pada libur tahun baru 2020 lalu, bisa menjual tujuh sampai delapan peti atau setara 3 sampai 4 kwintal belimbing.

“Sehari itu omset penjualan saya mencapai Rp3 juta. Kalau untung bersihnya sekitar Rp500 ribu,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Sedangkan jika pada hari Sabtu dan Minggu, wanita kelahiran 1968 itu mengaku, bisa menjual 1 kwintal belimbing. Sementara bila hari biasa rata-rata dapat menjual 15 sampai 20 Kg.

“Kalau pendapatan sehari rata-rata Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” ucapnya.

Musiah tidak memiliki kebun belimbing. Ia hanya menjualkan belimbing petani. Belimbing petani baru dibayar setelah semuanya laku. Harga belimbing bervariasi mulai Rp8.000 sampai Rp15.000. Tergantung ukurannya.

“Bayarnya kalau belimbingnya sudah habis,” pungkas wanita yang mulai berjualan sejak tahun 2015 silam itu.

Berkah adanya Agrowisata Belimbing ini juga dirasakan Munib, penjual mainan dan aksesoris di dalam lokasi kebun. Sehari libur tahun baru kemarin ia mengaku meraup omset Rp2,5 juta.

“Kalau hari biasa seperti Sabtu dan Minggu bisa Rp 500 ribu,” timpalnya dikonfrontir terpisah.

Munib menjual sejumlah asesoris seperti ukir nama, dan gantungan kunci agrowisata.

“Yang paling banyak diminati ukir nama dan gantungan kunci,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bojonegoro, Juwono Prawiro menegaskan, pemberian bantuan Rp100 juta ini merupakan salah satu dari 17 program prioritas pemkab untuk menguatkan dan mengembangkan BUMDes. Bantuan diberikan kepada BUMDes yang mengelola usaha bidang peternakan, perikanan, pertanian dan wisata, agar mampu menumbuhkan ekonomi kerakyatan yang berujuang pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dari target 100 BUMDes, tahun 2019 ini ada 93 BUMDes yang diberikan bantuan keuangan,” tegasnya.(Dwi)

Leave a Comment