Share

Tak Semua Tuntutan Warga Dikabulkan EMCL

Bojonegoro, 6/9 (Media Center) – Tidak semua tuntutan yang dibawa perwakilan wagra Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli (Ampe) Panas Flare dikabulkan Operator migas Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Dari tujuh tuntutan tersebut, tampaknya, hanya lima yang akan dipenuhi anak perusahaan raksasa migas asal Paman Sam itu. Sedangkan dua tuntutan lainnya yakni kompensasi beras dan jaminan kesehatan untuk per orang sulit terealisasi.

Sementara lima tuntutan lainnya yang mungkin direalisasikan adalah pembuatan irigasi sebagai sumber air untuk lahan persawahan, sekolah lapang untuk pertanian agar masyarakat bisa meningkatkan hasil pertanian dan komoditi pertanian di Desa Mojodelik, akses informasi lapangan pekerjaan tenaga teknik untuk warga lokal, dan beasiswa strata satu (S-1) kepada seluruh pemuda di desa setempat agar memiliki pendidikan tinggi. Perwakilan EMCL Ichwan Arifin mengatakan, terkait tenaga kerja selama ini mekanisme yang sudah disepakati adalah ketika ada kontraktor, EMCL selalu memfasilitasi dengan Asosiasi Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Gayam.

“Walaupun pada akhirnya penerimaan tergantung pada kontraktor dan tetap melalui seleksi,” ujarnya pada pertemuan dengan perwakilan Ampe Panas Flare di Ruang Eksekutif Mapolres Bojonegoro, Senin (5/9) kemarin.

Sementara terkait beasiswa S-1, lanjut pria berkepala plontos, itu secara substansi program tersebut ada di program EMCL.Namun tetap pelaksanaannya ada seleksi terkait warga mana yang berhak mendapatkan beasiswa. “Perlu pembahasan lebih lanjut untuk mekanisme pemberian beasiswa ini,” ucap Ichwan.\

Untuk program pertanian, kata dia, harus dibicarakan lebih rinci. Karena pengerjaannya tidak langsung oleh EMCL namun tetap melalui kontraktor.

Sedangkan tuntutan jaminan asuransi kesehatan, Ichwan menjelaskan ada hal-hal yang menjadi acuan EMCL yaitu manfaatnya dapat dirasakan secara kolektif, tidak individu. Karena alasan itulah untuk membayar asuransi perorangan sulit direalisasikan, namun akan dialihkan utk pemeriksaan kolektif secara gratis. “Dalam pelayanan kesehatan ini kami akan bekerja sama dengan lembaga, pelayanan kesehatan yang telah ada sepreti Poskodes, Bidan dan Puskesmas,” ujar Ichwan.

Untuk kompensasi beras juga tidak dapat direalisasikan. Alasannya, lanjut dia, kompensasi beras akan diberikan pada saat flare mencapai di atas 23 juta standart kaki kubik (MMSCFD). “Sedangkan sekarang ini pembakaran flare sudah di bawah itu. Apalagi ini hanya kontemporer karena nantinya gas akan diinjeksikan sehingga tidak ada flaring lagi,” pungkas Ichwan.

Sementara itu Koordinator Ampe Panas Flare mengungkapkan, selama ini tidak ada pemberitahuan dari EMCL terkait berapa volume gas flare yang dibakar setiap harinya. Sehingga warga tidak mengetahui berapa suhu panas yang dihasilkan dari flare. “Dibanding dulu saat ini suhunya lebih panas,” timpal aktivitis PMII Bojonegoro tersebut.

Selain itu juga suara bising proyek yang membuat warga Desa Mojodelik sudah tidak nyaman lagi. Karena itu pihaknya minta agar Pemkab Bojonegoro meninjau langsung sehingga tahu seberapa panas kondisi di sana dan seberapa bising suara akibat proyek.
“Tapi apa yang menjadi kesanggupan EMCL dari mediasi ini ditepati dulu oleh EMCL,” kata Mustofa.

Pihaknya minta agar ada pertemuan selanjutnya yang di lakukan di Balai Desa Mojodelik. Warga dan pemerintah desa akan menjamin keamanan pertemuan tersebut.(dwi/mcb)

Leave a Comment