Share

Tanggul di Timur Jebol, Kerugian Capai Rp 8,89M

Bojonegoro (Media Center) – Ribuan hektar tanaman padi berusia 90 hari di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro masih terendam luapan air Sungai Bengawan Solo (Rabu, 18/12/2013).

Diantaranya adalah yang berada di Desa Prigi, Kedungarum, Kedungprimpen, Pilang dan Temu, semua berada di Kecamatan Kanor.

Selain merendam lahan pertanian warga, derasnya arus Sungai Bengawan Solo sempat membuat tanggul di wilayah Kanor, kembali mengalami kebocoran. “Pagi ini tanggul kali Apur di Desa Temu yang dibangun warga sejak kemarin juga ikut jebol,” terang Mukhid, warga Desa Temu.

Selain tanggul Kali Apur di Kanor, hal serupa juga terjadi di Kecamatan Baureno. Dini hari tadi, tanggul di Desa Kedungrejo mengalami kebocoran akibat diterjang luapan Sungai Bengawan Solo.

Sementara itu Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto MSi, menyebutkan adanya peningkatan nilai kerugian akibat luapan Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro. Disebutkan kerugian pada hari ke empat ini mencapai Rp 8.891.950.000, yang artinya bertambah sekitar Rp 2M dari nilai sebelumnya. (ramcb)

Leave a Comment