Share

Tape Pelangi, Hidangan Unik untuk Lebaran

Bojonegoro – Tape produksi Efi Hiftiyanti sungguh menarik. Dia menyajikan tape berbagai macam warna yang didapat dari bahan alami. Warna yang beragam menarik minat orang dewasa hingga anak-anak. Sajian tape jadi pilihan unik untuk hidangan saat lebaran.

Makanan camilan tradisional ini terbuat dari beras ketan yang diolah dan difermentasi dengan ragi. Rasanya manis dan sedikit asam.

Tape ketan populer di masyarakat Bojonegoro khususnya di hari raya Lebaran maupun di hari perayaan serta hajatan.

Olahan tape produksi Efi Hiftiyanti, perempuan asal Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro ini terbilang cukup unik.

Pasalnya produksi tape ketan yang telah ia lakoni selama tiga tahun ini menyajikan kuliner tradisional tape ketan pelangi. Mulai dari varian tape ketan putih, merah daun suji, hijau daun pandan, tape ketan hitam bahkan tape ketan ungu.

“Produksi tape ketan awalnya turun-temurun, karena semakin banyak peminat akhirnya mulailah berinovasi penyajian tape pelangi supaya tampak lebih menarik,” ungkap wanita 25 tahun.

Setiap harinya Efi mampu memproduksi hingga 5 kilogram ketan. Bahkan ketika ramai pemesanan bisa mencapai 10 kilogram tape ketan. Seperti pada umumnya, proses produksi tape ketan terbilang cukup sederhana namun membutuhkan kesabaran ekstra.

“Setiap hari bisa 5 kilogram ketan, katakanlah satu kilogram bisa jadi 6 ikat tape pelangi,” imbuhnya.

Satu ikat tape ketan pelangi evi menjualnya dengan harga yang cukup terjangkau untuk para konsumen, yakni seharga Rp 10.000 berisi 10 bungkus tape pelangi.

Untuk penjualan tape ketan pelangi, Evi memanfaatkan jejaring sosial media bahkan mendirikan lapak di sekitar outlet wisata Khayangan Api maupun pusat oleh-oleh yang ada di sekitar Taman Rajekwesi Bojonegoro. Hal yang menarik lagi, tape pelangi Evi telah merambah konsumen hingga luar kota dengan jumlah pesanan sebanyak 300 bahkan 400 ikat tape ketan.

“Saya jualnya Rp 10.000 satu ikat isi 10 bungkus tape ketan, karena memang terfokus untuk oleh-oleh khas kuliner Bojonegoro, saya manfaatkan lokasi wisata yang memang strategis untuk penjualan. Tiap tiga minggu sekali juga rutin mengirim luar kota,”ucap wanita asal Sendangharjo.

Wanita yang akrab disapa mbak Evi juga berharap, produksi oleh-oleh kuliner tradisional tape ketan miliknya selain dikenal sebagi kuliner khas Bojonegoro juga bisa merambah produksi hingga seluruh Kota se-Indonesia.

Dengan harapan, geliat perekonomian industri kecil menengah (IKM) Bojonegoro bisa bangkit kembali di tengah Pandemi Covid-19.

“Harapan kami melalui produksi tape ketan pelangi nantinya bisa dikenal di seluruh Indonesia sebagai kuliner tradisional khas Bojonegoro. Terlebih memang sasaran penjualan di lokasi wisata,” harapnya.

Leave a Comment