Share

Tekan Kasus DBD, Dinkes Bojonegoro Minta Masyarakat Selalu Lakukan 3M Plus

Bojonegoro, Media Center – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro terus berupaya menekan dan menanggulangi penyebaran kasus demam berdarah dengue (DBD). Masyarakat diminta untuk selalu melakukan langkan 3M Plus yakni menutup, mengubur dan menguras.

Melalui siaran Radio Malowopati FM, Dinkes Bojonegoro terus berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahayanya penyakit DBD. Gejala yang ditimbulkan pada awal gigitan berjalan selama 4-7 hari dan menyebabkan demam tinggi secara terus menerus, lemas, tidak nafsu makan, nyeri pada ulu hati, mual mutah, dan bintik-bintik merah pada permukaan kulit.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Bojonegoro, Imam Wahyudi mengatakan gejala yang ditimbulkan pada setiap individu berbeda-beda tergantung tingkat imunitas orang tersebut. “Silahkan segera menghubungi faskes terdekat jika timbul gejala, supaya cepat ditangani,” ucapnya.

Sebagai langkah untuk mengatasi penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di rumah, masyarakat diimbau untuk melakukan langkah 3M Plus antara lain menutup dengan rapat tempat yang dapat menjadi sarang nyamuk, mengubur dengan tuntas semua media/barang yang tidak digunakan, dan menguras serta menggosok secara keseluruhan bak mandi atau tempat penampung air.

“Karena Nyamuk Aedes aegypti tidak hidup pada air keruh atau kotor melainkan hidup pada genangan air bersih sehingga keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Bojonegoro, dr. Teguh Sulistyono mengatakan tidak ada perbedaan signifikan antara pengidap DBD anak-anak dengan orang dewasa. Perbedaan terletak pada tingkat imunitas masing-masing. Namun orang dewasa dinilai lebih kuat karena dapat mengeluh ketika sakit berbeda dengan anak-anak atau balita.

Virus DBD tidak menular tapi banyaknya populasi nyamuk Aedes Aegypti menjadi faktor utama, hal ini karena satu nyamuk dapat menggigit dan menyalurkan virusnya kepada banyak orang. “Demam berdarah tidak menular melainkan satu nyamuk dapat hinggap dan menyebarkan virus DBD kepada banyak orang, keluarga serumah dan lingkungan sekitar,” tutur Dokter Teguh.

Langkah ini diambil lantaran masih tingginya angka penyebaran kasus DBD di Bojonegoro. Tercatat bulan Oktober 2020 ada 71 kasus dengan 1 orang meninggal dunia akibat demam berdarah.(AFN)

Leave a Comment