Share

Teknologi Mudahkan Pemerintah Membuat Sebuah Kebijakan

Bojonegoro, Media Center – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (Pemkab) melaksanakan akselerasi implementasi smart city dan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) serta evaluasi dan harmonisasi oleh Drijen APTIKA Kementrian Komunikasi dan informasi (Kemenkomibfo).

Acara dihadiri oleh Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, Wakil Bupati Budi Irawanto, Direktur Jendral APTIKA Kemenkominfo Samuel Ardiyan Pangrapan , Asisten, organisasi perangkat daerah (OPD), dan Dewan TIK.

Bupati Anna Muawanah menyampaikan, dalam era globalisai, teknologi tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pemerintah juga harus mengikuti arus globalisasi agar system pelayanan di Bojonegoro bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat. Sehingga dapat memangkas birokrasi, agar pelayanan dapat dilaksanakan dengan cepat.

“Era digital ini pemerintah harus memiliki basis data yang akan dimasukan sistem. Sehingga pemerintah memerlukan tenaga IT untuk mengolah data,” ujarnya.

Untuk mendukung itu, lanjut Bupati, perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) berkompeten. Kedepan pemerintah daerah harus memberikan pelatihan TOT. Selain itu pemerintah juga akan mendukung pembuatan starup untuk generasi milenial agar bisa lebih berkembang.

“Sehingga dapat mendorong akses ekonomi yang lebih baik di Bojonegoro,” tegasnya.

Dirjen APTIKA Samuel Ardiyan Pangrapan menyampaikan, Kabupaten Bojonegoro memiliki semangat kuat untuk bersaing di era digital karena banyak yang menggunakan dan mengakses internet. Sehingga bisa digunakan pemerintah untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat. Salah satunya dengan membuat sebuah platform yang bisa digunakan untuk menampung aspirasi masyarakat.

“Sehingga nanti kepala daerah bisa memantau apa saja yang menjadi keluhan masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada OPD terkait,” tuturnya.

Kepala Dinas Kominfo Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur mengungkapkan, pada 2018 Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendapatkan pendampingan dari Kementerian Kominfo untuk mencapai Master Plan city. Namun ada beberapa tantangan yang dihadapi mulai dari blank spot area karena kawasan tersebut adalah kawasan hutan yang cukup sulit untuk dijangkau jaringan.

“Kondisi tersebut mengganggu dalam pemetaan ekonomi dan tingkat kemiskinan di daerah kawasan hutan,” ucapnya.(Humas/Dwi)

Untuk mencapai Master plan city maka Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan beberapa Target

  1. Smart Government (dimana pemerintah kabupaten Bojonegoro dalam pengelolaan SPBE melalui sistem informasi desa, data desa, aplikasi desa, serta pelayanan terbuka.)
  2. Smart Branding (adanya pengelolaan wisata yang baik di Bojonegoro sehingga dapat menarik wisatwan untuk berkunjung.)
  3. Smart Economy (adalah memberikan perbaikan Dan pembekalan tentang kegiatan ekonomi)
  4. Smart Living (adanya perbaikan infrastruktur dan perbaikan jalan di kabupaten Bojonegoro)
  5. Smart Society (terjalinnya interaksi dengan masyarakat untuk menampung aspirasi masyarakat)
  6. Smart Environment (kegiatan pemetaan lingkungan hidup, pengelolaan gedung dan jembatan)

Leave a Comment