Share

Tentang JKN, Wajib Diikuti oleh Semua

JKN diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN

Bojonegoro (Media Center) – Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory).

JKN diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.

Mulai diberlakukan tanggal 1 Januari 2014, jaminan sosial itu sendiri meliputi Jaminan Kesehatan,
Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun, dan Jaminan Kematian. Penyelenggaranya adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan .

Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran. Peserta BPJS Kesehatan terbagi 2 kelompok: Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan dan Bukan PBI jaminan kesehatan.

PBI adalah peserta Jaminan Kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu, sebagaimana diamanatkan UU SJSN yang iurannya dibayari Pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. Peserta PBI adalah fakir miskin yang ditetapkan oleh Pemerintah dan diatur melalui Peraturan Pemerintah.

Sementara Peserta bukan PBI jaminan kesehatan terdiri dari Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, serta Bukan pekerja dan anggota keluarganya

Yang berhak menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan lainnya adalah yang mengalami catat total tetap dan tidak mampu. Yakni yang mempunyai kecacatan fisik dan/atau mental yang mengakibatkan ketidakmampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan.

Dalam aturannya, disebutkan yang dimaksud dengan pekerja adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima gaji, upah, atau imbalan dalam bentuk lain. Sementara itu, untuk pekerja penerima upah adalah setiap orang yang bekerja pada pemberi upah kerja dengan menerima gaji atau upah.

Dicontohkan pekerja penerima upah adalah; Pegawai Negeri Sipil, Anggota TNI, Anggota POLRI, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, dan Pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja penerima upah.

Untuk pekerja bukan penerima upah adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas risiko sendiri. Diantaranya mereka yang bekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri dan pekerja lain yang memenuhi kriteria pekerja bukan penerima upah.

Untuk yang termasuk dalam kelompok bukan pekerja, atau setiap orang yang tidak bekerja tapi mampu membayar iuran Jaminan Kesehatan, diantaranya: Investor, Pemberi kerja, Penerima pensiun, Veteran, Perintis Kemerdekaan, serta bukan pekerja lain yang memenuhi kriteria bukan pekerja penerima upah.

Berikut ini penjelasan lain terkait pengelompokan yang belum tersebut di atas:
Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri Sipil
Adalah Pegawai Tidak Tetap, Pegawai Honorer, Staf Khusus dan pegawai lain yang dibayarkan oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Pemberi kerja
Pemberi kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja, atau penyelenggara negara yang mempekerjakan pegawai negeri dengan membayar gaji, upah atau imbalan dalam bentuk lainnya.

Anggota keluarga
Satu orang isteri atau suami yang sah dari peserta.
Anak kandung, anak tiri dan atau anak angkat yang sah dari peserta, dengan kriteria:

  • Tidak atau belum pernah menikah atau tidak mempunyai penghasilan sendiri.
  • Belum berusia 21 (dua puluh satu) tahun atau belum berusia 25 (dua puluh lima) tahun yang masih melanjutkan pendidikan formal.

Jumlah peserta dan anggota keluarganya yang ditanggung
Jumlah peserta dan anggota keluarga yang ditanggung oleh jaminan kesehatan paling banyak 5 (lima) orang).

Bila jumlah peserta dan angota keluarganya lebih dari 5 (lima) orang
Peserta yang memiliki jumlah anggota keluarga lebih dari 5 (lima) orang termasuk peserta, dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dengan membayar iuran tambahan. (*/ramcb)

Leave a Comment