Share

Terapkan Kebijakan Ekonomi Di Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Kebijakan ekonomi Bojonegoro tidak mungkin hanya bertumpu pada sektor pertanian saja, melainkan harus melakukan ekspansi dengan mengakselarasi potensi lainnya sebagai upaya menumbuhkan usaha ekonomi yang semakin produktif.

Dengan modal lahan yang sangat terbatas, rata-rata kepemilikan lahan pertanian hanya 0,2 ha per petani, seberapapun besarnya produktifitas pertanian, sulit dibayangkan dapat mengangkat rakyat Bojonegoro keluar dari kemiskinan.

“Untuk inilah upaya diversifikasi dan ekstensifikasi pertanian dan sektor non pertanian harus digenjot,” ujar Bupati Bojonegoro, Suyoto, (9/1).

Dalam rangka ini kebijakannya antara lain, peningkatan hasil pertanian organik yang bernilai ekonomi lebih tinggi melalui Perbup tentang Sistem penjaminan berbasis komunitas yang mendukung produk-produk pertanian organik.

“Perbup ini masih dalam proses,” imbuhnya.

Selain itu, mendorong iklim usaha dan investasi di Bojonegoro dengan kemudahan perizinan, pendampingan dan pemberian insentif bagi usaha yang padat karya di wilayah pedesaan (Perbup/Perda insentif investasi) antara lain: pembangunan infrastruktur pendukung, Upah Umum Pedesaan (UUP), training bagi calon pekerja, dan lainnya yang diperlukan.

“Sangat diharapkan kelak diantara beberapa desa ada industri atau manufaktur sehingga memberi kesempatan bagi ibu-ibu dan pemuda-pemudi sekitarnya mendapatkan tambahan penghasilan,” tukasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment