Share

Ternak Burung Murai Batu, dari Hobi ke Bisnis

Bojonegoro, Media Center – Menemukan peluang bisnis memang susah-susah gampang. Tapi yang paling menyenangkan adalah berbisnis yang diawali dari hobi. Seperti yang dilakoni Masyudi, warga Desa Bungur Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Ia menekuni bisnis ternak murai batu.

Masyudi menceritakan, awal mula beternak murai batu sekitar dua tahun lalu. Hanya saja, saat itu ia dan saudaranya belum benar-benar terjun ke bisnis. Melainkan hanya coba-coba dan berawal dari kesukaannya memelihara burung kicau. Tak heran di rumahnya kini banyak burung kicau, mulai murai batu, cucak ijo, hingga trucukan yang mudah diperoleh di pasar-pasar burung.

“Saat ini sudah punya empat pasang indukan. Alhamdulillah sudah sering menetas dan menjual anakannya,” katanya Sabtu (29/2/2020).

Ternak burung murai batu, kata dia memang memerlukan ketekunan. Awalnya, ia membeli bibit indukan (murai jantan dan betina) usia sekitar 8 bulan. Saat itu seekor murai batu dibelinya sekitar Rp 2,5 juta. Lalu, jumlah indukan terus ditambahnya hingga kini ia mempunyai empat pasang induk murai batu.

“Semua sudah pernah bertelur dan menetas. Awalnya ingin mencoba memelihara anakan sejak menetas, tapi seringkali mati. Makanya sekarang saat menetas langsung saya jual,” terangnya. Kini, ia sudah sering menjual anak murai yang baru berusia beberapa hari. Rata-rata dijual seharga Rp 500 ribu.(NN)

Bagi pemula, ada sedikit tips saat merawat burung murai batu, diantaranya:

  • Kroto diberikan maksimal 2 kali seminggu dengan takaran 1 sendok makan.
  • Untuk pakan cacing, cukup diberikan sebanyak 1 kali seminggu dengan takaran 1 ekor saja.
  • Lakukan pengumbaran burung 4 kali seminggu dengan durasi 4 jam setiap proses pengumbaran.
  • Tambahkan multivitamin pada air minum burung cukup 2-3 kali seminggu atau sesuaikan kebutuhan burung.

Leave a Comment