Share

Thengul Bojonegoro Akan Tampil di Ajang Internasional APGN Lombok

Bojonegoro, Media Center – Thengul Bojonegoro semakin mendunia. Setelah tampil di Hari Kemerdekaan ke 74 Negara Repuplik Indonesia di Istana Negara, kini kesenian khas Bojonegoro itu akan kembali memukau di ajang Asia Pacific Geopark Network (APGN) Symposium yang ke-6 di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa (3/9/2019) besok.

Ada tujuh penari thengul, 6 model fashion dari Kange-Yune yang akan tampil dalam teatrikal fashion thengul di perhelatan internasional tersebut. Fashion show Batik Thengul akan dikolaborasikan dengan tarian thengul pada saat opening seremony.

Asia Pacific Geopark Network
akan dihadir sebanyak 800 peserta dari 30 negara. Kegiatan tahunan ini mengusung tema The 6th APGN Simposium Tahun 2019 adalah UNESCO Global Geoparks Toward Sustaining Local Communities and Reducing Geohazard Risk, yang menonjolkan kelestarian situs-situs geologi, biologi dan budaya, penguatan peran komunitas lokal dan pengurangan risiko bencana.

Untuk diketahui, Tari Thengul adalah tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang thengul asal Bojonegoro. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi dan kostum yang menyerupai Wayang thengul. Tari ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya untuk mengangkat kembali kesenian yang hampir tenggelam seiring dengan perkembangan zaman.

Tak ingin kesenian itu punah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini sedang berupaya menggebrak dan menggencarkan kembali thengul. Bahkan menjadikannya sebagai salah satu ikon daerah yang wilayahnya dilalui Sungai Bengawan Solo.

Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro. Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan thengul dan kesenian sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Pemerintah Kabupaten bersama masyarakat langsung tancap gas agar tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak yang berjumlah 2.019 penari yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro. Tak tanggung-tanggung thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand.

Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Amir Syahid mengatakan, APGN Symposium yang ke-6 ini merupakan ajang untuk mempromosikan potensi seni, budaya, dan wisata yang dimiliki Bojonegoro di kancah internasional.

“Kita harapkan melalui kegiatan ini bisa menarik wisatawan lokal maupun manca untuk datang ke Bojonegoro,” tegas Amir.

Karena, lanjut Amir, sebagai salah satu geopark nasional, Bojonegoro juga akan turut berpartisipasi dalam Goefair dan UMKM Expo dalam APGN. Juga simposium untuk berbagi pengalaman pengembangan Geopark dari beberapa negara.

“Ini sejalan dengan yang sedang kita lakukan sekarang ini, yakni mengembangkan wisata Geopark Bojonegoro,” tandasnya.

Rencananya, APGN Symposium ke 6 ini akan dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi), di dampingi Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Pariwisata, Arief Yahya.(Dwi)

Leave a Comment