Share

Tiap Desa Perlu Ada Pusat Kebudayaan

Bojonegoro, Media Center – Sebagai upaya mendorong keragaman budaya dan melestarikan kesenian daerah, tiap desa perlu mengembangkan pusat kebudayaan. Selain mendorong kreativitas masyarakat, pusat kebudayaan bisa mendorong regenerasi literasi.

Menurut Gampang Prawoto, pengelola sanggar Sastrowidjojo di Desa Pejambon, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. Saat ini, belum banyak wadah yang berperan menjadi tempat berproses anak-anak muda. “Pusat kebudayaan di desa bisa berperan di tingkat ini,” katanya, Senin (3/8).

Gampang mendirikan sanggar pada 2017 bersama beberapa warga Pejambon dan mendapat sambutan hangat pemerintah desa yang mengucurkan dana. Di sanggar tersebut, ia berusaha menggelorakan semangat berkesenian. “Ada kegiatan tari, latihan musik, serta latihan menulis puisi untuk anak-anak. Juga ada kegiatan macapat untuk orang dewasa,” terangnya.

Kebudayaan daerah, menurut dia, perlu ditopang kegiatan-kegitan berkesenian di tingkat desa. Karena jika kesenian semarak di desa, maka tiap desa bisa saling berlomba untuk memajukan desa melalui kesenian. “Apalagi tiap desa itu kan sebenarnya mempunyai kekayaan budaya dan cerita masing-masing yang bisa dieksplore dalam berbagai bentuk kesenian,” tutur Gampang.(NN)

Leave a Comment