Share

Tidak Ada Kontribusi Dari KUD SP Saat Kelola Sumur Tua

Bojonegoro, 3/8 (Media Center) – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan, tidak ada aturan yang mendasari penyetoran kontribusi dari pengelolaan sumur tua di wilayah Kecamatan Kedewan, oleh KUD Sumber Pangan.
“Mereka memang pernah mengajukan surat kepada kami terkait tata cara pembayaran kontribusi daerah dari sumur tua,’’ kata kepala Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro Herry Sudjarwo.
Dalam surat yang dikirimkan tahun 2009 silam, pembayaran  kontribusi berdasarkan rekomendasi Bupati Bojonegoro nomor 545/50.412.14/2009. Dimana, dalam salah satu poin disebutkan pengelolaan sumur tua di Kecamatan Kedewan memberikan kontribusi kepada pemkab.
“Rekomendasi hanya berlaku lima tahun, tapi sejak tahun 2009 KUD SP sama sekali tidak memberikan kontribusi,” tegas Herry.
Bahkan, pada tahun 2014 atau lima tahun sejak tahun 2009, Pemkab Bojonegoro tidak lagi memberikan rekomendasi kepada KUD Sumber Pangan untuk mengelola sumur tua.
“Karena itu, tidak ada dasar hukum untuk setoran kontribusi pada daerag,’’ jelasnya.
Herry mengakui, pada bulan April 2017 lalu KUD SP menyerahkan uang senilai Rp22 juta, tapi tidak bisa dikatakan sebagai kontribusi. Sehingga, penyerahan uang tersebut dianggap sebagai sumbangan pihak ketiga dan tidak ada kaitan dengan sumur tua.
“Dan siapapun boleh menyumbang. Akan tetapi,  pembayaran itu jangan dijadikan dasar Pemkab merestui atau mengijinkan keberadaan KUD SP,’’ pungkasnya.(*dwi/mcb)

Leave a Comment