Share

Tikus Mengganas, Merusak Padi Seluas 519 Hektare

Bojonegoro, 2/1 (Media Center) – Hama tikus merusak tanaman padi seluas 519 hektare di sejumlah tempat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Serangan berkaki pengerat ini, dikhawatirkan bisa mengurangi produksi padi akhir tahun 2016 ini.

Sawah pertanian seluas 519 hektare yang diserang hama tikus, berada di beberapa kecamatan, terutama Bojonegoro bagian selatan. Seperti Kecamatan Sukosewu, Dander, Sugihwaras, Kapas, Kepohbaru, Temayang, Baureno dan sebagian di Kalitidu serta persawahan di Kecamatan Kota Bojonegoro. Selain tikus, juga wereng cokelat yang merusak 26 hektare tanaman padi serta hama penggerek batang merusak 46 hektare padi.

Sedangkan tanaman padi yang diserang hama tikus, berumur antara satu bulan hingga 2,5 bulan. Bahkan ada juga padi yang berumur 3 bulan dan tinggal beberapa hari panen. Seperti tanaman padi di persawahan di Kelurahan Klangon, yang diserang tikus, beberapa hari menjelang panen.

“Iya, mau panen sudah diserang tikus,” ujar Martono, penggarap sawah kontrak di Bojonegoro, pada Sabtu 31 Desember 2016.

Tikus, lanjutnya, biasanya menyerang dengan cara memotong batang bawah hingga tangkai padi. Akibatnya, tanaman padi yang sudah berisi, ambruk dan kemudian mati. Puluhan tikus bahkan sanggup merusak hingga puso (kerusakan di atas 70 persen) padi di lahan satu hektare dalam waktu tiga hari.

Sekretaris Dinas Pertanian Bojonegoro Bambang Sutopo, mengatakan, pihaknya telah koordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan di desa-desa. Tujuannya mereka diminta untuk menghubungi Kepala Desa/Lurah, agar membuat gerakan berantas tikus masal. Caranya, mulai dari menebar racun tikus, meniram air panas di lubang persembunyian dan mengasapi lubang hingga keluar tikusnya.

“Kita lakukan gerakan serentak,” ujarnya pada Jumat 30 Desember 2016. Ditambahkan, pada musim hujan seperti ini, tikus berkembangbiak cepat. Sebagian besar areal persawahan di Bojonegoro bagian selatan.

Sekarang ini, lanjutnya, produksi padi di Bojonegoro masih dalam kondisi bagus, dengan target di atas 900 ribu ton pertahun. Tetapi, dengan terjadinya banjir selama tiga kali dan juga hama tikus, kemungkinan ada sedikit gangguan produksinya. Tetapi, Bojonegoro diuntungkan dengan Sungai Bengawan Solo, dimana airnya untuk pertanian.(*/mcb)

Leave a Comment