Share

SAR BPBD Bojonegoro Diminta Cari Santri Langitan

Bojonegoro, 7/10 (Media Center) – Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diminta BPBD Tuban, untuk ikut mencari tujuh santri yang dilaporkan belum ditemukan dalam musibah perahu tenggelam di Bengawan Solo, Jumat (7/10).

“Kami dihubungi BPBD Tuban diminta ikut mencari santri Ponpes Langitan, Widang, Tuban, yang belum ditemukan dalam musibah perahu tenggelam di Bengawan Solo,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Jumat (7/10).

Ia menyebutkan akan mengirimkan satu perahu karet dengan 10 personel SAR yang sudah terbiasa mencari korban tewas tenggelam di perairan Bengawan Solo di daerahnya.”Tim SAR BPBD akan berangkat Sabtu (7/10),” jelas dia.

Kasubag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati, menjelaskan pencairan tujuh santri musibah perahu tenggelam di Bengawan Solo dihentikan disebabkan kondisi malam hari, juga arus deras di lokasi kejadian cukup deras.

“Pencarian akan dilanjutkan Sabtu (8/10),” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pencarian tujuh santri Ponpes Langitan Widang, Tuban, akan dilakukan dengan menerjunkan 12 personel Basarnas, delapan personel Polisi Air Polda Jawa Timur dan personel BPBD Tuban dan lamongan.

Selain itu Tim “Disaster Victim Identification” (DVI)untuk melakukan identifikasi korban kalau sewaktu-waktu ditemukan.

“Saat ini Tim DVI sudah berada di lokasi,” ucapnya.

Dari keterangan yang diperoleh menyebutkan perahu tambang berpenumpang 25 santri Ponpes Langitan Widang menyeberang dari tambangan di Ponpes Langitan di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban, menuju tambangan di Desa Babat, Lamongan.

Perahu itu tenggelam ketika sudah berada sekitar 3 meter dari tambangan di Babat, Lamongan. Dalam kejadian itu, sebanyak 18 santri selamat, sedangkan tujuh santri belum ditemukan.

Tujuh santri yang belum ditemukan yaitu Abdullah Umar Warga Bedilan, Gresik, M Afiq Fadli warga Desa Bulakparen, Kecamatan Bulakamba, Brebes, dan Moh Barikly Amry warga Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.

Lainnya Muhammad Arif Mabruri warga Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro, Muhsin warga Pacar Kembang Tambaksari Surabaya, Rizki Nur Habib warga Desa Percut, Kecamatan Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara dan Lujaini Dani warga Desa Gandeng Kecamatan Manyar Gresik. (*/mcb)

Leave a Comment