Share

Tim Gabungan Pantau Eks Pramuria Tanjung Elmo

Bojonegoro (Media Center) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memantau sekaligus mendeteksi 23 bekas pramuria asal Bojonegoro yang lama bekerja di lokalisasi Tanjung Elmo, Jayapura, Papua. Setibanya di Bojonegoro, para pramuria ini telah didata oleh tim gabungan yang terdiri dari Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) dan Dinas Kesehatan.

Kepala Disnakertransos Bojonegoro Adi Witjaksono, mengatakan, pihaknya telah mencatat nama-nama mantan pramuria yang pernah bekerja di Papua. Tim gabungan, sudah melakukan pemantauan dengan melibatkan petugas kecamatan dan desa, terutama menyangkut kesehatan dan juga kehidupan sosialnya.

”Jelas kita pantau terus, baik kondisi sosial maupun kesehatannya,” ujarnya, Selasa (8/9).

Menurut Adi, 23 pramuria ini masing-masing telah mendapat santunan sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Papua. Ia menuturkan, mereka sebagian besar sudah lama bekerja di Papua, dengan alasan masalah ekonomi. Sedangkan dari latar belakang pendidikannya, hanya sampai Sekolah Menengah Pertama, dan ada sempat mengenyam Sekolah Menangah Atas tetapi tidak lulus.

“Program pemberdayaan yang kami lakukan untuk mereka antara lain memberikan ketrampilan seperti memasak, menjahit, rias dan membuat salon kecantikan dan sejenisnya,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan kesehatan juga dilakukan, mengingat kasus penyebaran penyakit HIV/AIDS yang cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

”Mereka kita pantau terus-menerus,” tegas Bupati Bojonegoro Suyoto saat mendampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang berkunjung ke Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Ia berharap, sekembalinya dari Papua, para eks pramuria ini bisa terus dibina agar bisa kembali ke masyarakat dengan kehidupan sosial yang lebih baik.(*mcb)

Leave a Comment