Share

Tim SAR Pasang Bendera di Lokasi Longsor Ponorogo

Bojonegoro, 5/4 (Media Center) – Tim SAR gabungan memasang bendera merah di sejumlah lokasi yang diperkirakan menjadi lokasi tertimbunnya korban tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Rabu.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, MZ. Budi Mulyono, yang ada di lokasi kejadian di Ponorogo, Rabu, menjelaskan pemasangan bendera merah dilakukan karena anjing pelacak Polda Jawa Timur, mencium bau bangkai.

Hanya saja, lanjut dia, belum diketahui secara pasti bau bangkai itu, dari korban atau binatang.

“Saya tidak bisa menyebutkan satu persatu lokasi tempat bendera merah terpasang. Yang jelas tim SAR akan menggali dengan peralatan “backhoe”,” jelas dia.

Menurut dia, medan tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, ketebalannya berkisar 5-7 meter.

“Medan untuk mencari korban yang tertimbun tanah cukup berat, sebab tebal,” kata dia.

Sampai saat ini, lanjut dia, baru tiga korban tanah longsor di Ponorogo yang berhasil ditemukan, sedangkan lainnya masih dalam proses dengan melibatkan berbagai Tim SAR di berbagai daerah.

“Jumlah personil yang terlibat ikut mencari korban tanah longsor di Ponorogo ribuan,” ucapnya.

Ia menyebutkan sepuluh personil SAR daerahnya yang ikut bergabung dengan Tim SAR lainnya di zona B.

“Tim SAR Bojonegoro ikut mencari korban tanah longsor dengan memanfaatkan cangkul,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment