Share

Tingkat pendidikan perempuan di Bojonegoro Meningkat

Bojonegoro (Media Center) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  Mahfudhoh Suyoto, menyatakan tingkat pendidikan perempuan diwilayahnya semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini dikarenakan, kata Mahfudhoh, adanya wajib belajar 15 tahun. Bahkan, saat ini di kelompok dini mulai dengan pos PAUD juga ada peningkatan yang signifikan. Indikatornya pada anak usia dini sudah mengenyam pendidikan.

“Kemudian masyarakat luas juga ikut menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan,” ujarnya, Selasa (9/2).

Mahfudhoh menyampaikan, meski banyak perempuan di Bojonegoro yang drop out. Namun dengan pendekatan yang dilakukan bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sosial, saat ini berhasil mengajak mereka untuk melanjutkan pendidikan yang sempat terputus.

Alhamdulilah, menunjukkan keberhasilan” ungkapnya.

Disamping itu, ada beasiswa yang diberikan masyarakat melalui desa baik untuk sekolah formal maupun informal dan didampingi oleh wali amanat yang ada di desa.

“Dulu memang dari segi ekonomi belum ada kemampuan, tetapi sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak sekolah,” tegasnya.

Dia menyatakan, tingkat pendidkan perempuan di Bojonegoro mayoritas ada di tingkat SD dan kedua adalah SMP. Hal ini dikarenakan kaum perempuan jaman dahulu hanya berpendidikan rendah.

“Tetapi di dalam perkembangan waktu, semua anakk sudah masuk sekolah,” tukasnya.

Dia menyampaikan, untuk meningkatkan pendidikan sekarang ini membutuhkan waktu dan proses yang panjang. Tidak seperti membalikkan telapak tangan, butuh waktu 3 sampai 6 tahun untuk merubah gaya hidup perempuan yang dulunya kurang memahami arti pendidikan.

Ibu tiga anak ini mengatakan, saat ini banyak ibu rumah tangga maupun masyarakat yang putus sekolah mengikuti program kejar paket.

“Tapi dengan memberikan pembinaan kepada para kader PKK untuk mengajak semua mengikuti kejar paket bisa menarik hati dan panggilan jiwa untuk belajar,” pungkasnya.(dwi/mcb)

Leave a Comment