Share

Tingkatkan Kesadaran Masyarakat, Dinkes Bojonegoro Soslialisasi Kesehatan Jantung

Bojonegoro, Media Center – Dalam rangka Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD), Dinas Kesehatan Bojonegoro menggelar sosialisasi kesehatan jantung Jumat (25/9/2020). Sosialisasi di Radio Malowopati Jalan AKBP Soeroko No 11 Bojonegoro bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan jantung.

Dokter Spesialis jantung rumah sakit Soesodoro Djatikoesoemo dr. Ryo Herdyanto menyampaikan
bahwa untuk tahun 2020 pihaknya ingin mengkampanyekan “UseHeart To Beat Cardiovascular Disease” yaitu gunakan hati untuk memerangi penyakit. “Utamanya dalam masa pandemi covid 19 ini, kita harus ekstra dalam menjaga kesehatan tubuh. Mengingat jantung merupakan organ sangat penting,” tuturnya.

Ia menjelaskan jika seseorang terpapar virus covid-19 maka akan memberatkan kinerja tubuh untuk melawan virus tersebut. “Maka dari itu mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucapnya.

Salah satunya dengan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) sesuai dengan instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2017 yang difokuskan pada kegiatan deteksi dini, peningkatan aktivitas fisik serta konsumsi buah dan sayur. “Dengan cara meningkatkan gaya hidup sehat dengan perilaku “CERDIK”, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktifitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Bojonegoro Lucy Imro’ah menuturkan bahwa penyakit jantung merupakan 31 persen faktor penyumbang kematian terbesar di dunia. “Untuk di Bojonegoro sendiri jumlah penderita data hipertensi dan gula darah sebanyak 40 persen yg kontrol rutin ke fasilitas kesehatan (Faskes),” tuturnya.

Sementara itu Data WHO tahun 2015 menunjukkan bahwa 70% kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (39,5 juta dari 56,4 kematian). Dari seluruh kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) tersebut, 45% nya disebabkan oleh Penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu 17.7 juta dari 39,5 juta kematian.

“Kami selalu mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat melalui edukasi dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten, karena mengingat banyak informasi yang bersifat hoax,” tegasnya.

Masyarakat, lanjut dia, harus bisa menfilter mana informasi yang benar dan tidak. Dan masyarakat dapat melakukan pola hidup “PATUH” yaitu, Periksa kesehatan secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat, Tetap aktifitas fisik dengan aman, Upayakan diet sehat dan gizi seimbang, Hindarai asap rokok, minuman beralkhohol dan zat karsinogeni lainnya,” ungkapnya.(FIF/NN)

Leave a Comment