Share

Tingkatkan SDM untuk Wujudkan Bojonegoro Smart Technology

Bojonegoro, Media Center – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar Focus Group Discussiun (FGD) dengan tema “Desa Grebeg Kota Menuju Smart Technology di gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, pada Kamis (16/1/2020).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Bojonegoro, Kusnandaka Tjatur, mengatakan, dalam pelaksanaan atau implementasi pemerintahan berbasis elektronik membutuhkan tiga pilar. Pertama adalah People, Procces, dan Recources. Dari ketiga tersebut yang harus dipersiapkan adalah People dan Recources atau peningkatan sumber daya manusia.

“Oleh karena itu, sekarang ini yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya manusia,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan yang dibutuhkan di era industri 4.0 sekarang ini adalah keterampilan sosial, berinteraksi budaya, literasi baru baik dalam big data, tekhnologi, humanibites dan berbagai keturunnanya.

“Oleh sebab itu, untuk meningkatkan knowlegde diperlukan upgrade SDM,” lanjutnya.

Dijelaskan, Pemkab Bojonegoro terus menigkatkan kapasitas SDM khususnya untuk pengembangan tekhnologi seperti sekarang ini. Oleh sebab itu, pihaknya akan memulai melakukan berbagai keterampilan yang sebenarnya sudah dilakukan oleh Dinas Kominfo selama ini.

“Di dalam pelaksanaan smart techonologi sekarang ini sasarannya adalah generasi milenial,” tandasnya.

Sasaran lainnya dengan passion teknologi imformasi dan komunikasi (TIK), dan para komunitas yang selama ini berkolaborasi dengan Pemkab Bojonegoro baik kelompok Blogger, RTIK, dan mahasiswa yang memilih jurusan TIK.

“Hari ini 500 undangan, terdiri Kepala OPD, Kepala Desa percontohan Desa berbasis IT,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Anna Mu’awanah, mengapresiasi kedatangan narasumber Dr Ismail Fahmi, yang sudah mendunia dalam hal Informasi Tekhnologi (IT) dan menyempatkan diri untuk memberikan materi pada kegiatan kali ini.

“Karena sekarang ini, zamannya sudah merujuk pada IT, sehingga generasi milenial dan semua jajaran OPD harus mengikuti zaman,” ujar Bu Anna, biasa disapa.

Menurutnya, dengan adanya pelatihan dan pendidikan di bidang informatika di Bojonegoro, kedepan bisa mengurangi angka pengangguran bagi para lulusan SMA/MA, MK sederajat.

“Dengan adanya pelatihan di bidang informatika, kita bisa melihat potensi generasi muda di Bojonegoro,” tandasnya.

Sementara itu, Pakar IT sekaligus pengamat media sosial Ismail Fahmi, menyampaikan, program Smart Technology Building oleh Dinas Kominfo bisa meningkatkan SDM di seluruh Kabupaten Bojonegoro, termasuk seluruh desa supaya bisa mengangkat potensi yang ada.

“Jadi, yang terkenal tidak hanya alun-alun saja, tapi semua potensi desa yang sudah terpromosikan lewat kecanggihan tekhnologi,” tegasnya.

Dia mencontohkan, dengan adanya media lokal berbasis digital, keberadaan Bojonegoro semakin dicari banyak orang. Baik itu melalui Facebook, Twiiter, Youtube, sehingga Bojonegoro semakin dikenal luas.

“Jadi, kita harus tingkatkan kemampuan di era digital sekarang ini,” pungkasnya.(Dwi)

Leave a Comment