Share

TNI AD Belum Tambah Personil Untuk Amankan Obvitnas di Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – TNI AD belum berencana meningkatkan pengamanan sejumlah obyek vital nasional (Obvitnas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, termasuk di Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu yang saat ini sudah berproduksi puncak sebesar lebih dari 165 ribu barel per hari (bph), maupun Lapangan Unitisasi Gas Jambaran yang sebentar lagi memasuki masa konstruksi.

“Selama ini belum ada petunjuk dari pimpinan. Tapi keamanan untuk kegiatan itu menjadi prioritas,” kata Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo usai memimpin gladi bersih apel bela negara di Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Karena alasan itulah,  pihaknya belum melakukan penambahan jumlah personil di wilayah-wilayah sekitar tambang migas di Bojonegoro. Termasuk meningkatkan status Pos Ramil Gayam menjadi  Koramil.

“Tapi secara kegiatan rutin melekat, mengamankan sesuai fungsi dan tugas pokok TNI,” tandas pria kelahiran Tuban, Jawa Timur itu.

Menurut dia, perubahan status Pos Ramil Gayam menjadi Koramil akan dilakukan secara bertahap karena berpengaruh terhadap jumlah personil dan operasionil.

“Prosesnya step by step. Artinya jika Pos sudah didirikan, itu merupakan cikal bakal berdirinya Koramil.  Kalau memang nanti pos itu bisa dinaikkan menjadi koramil akan kita pelajari dan usulkan ke atasan,” kata Gathut, menjelaskan.

Dengan dibentuknya Pos Ramil Gayam ini dapat memudahkan kegiatan di lapangan. Gathut berharap investor yang melakukan kegiatan di Bojonegoro merasa aman dan nyaman.

“Karena memberi rasa aman adalah tanggungjawab pemerintah,” pungkasnya.

Dari pantauan, selama ini pengamanan obyek vital Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dilakukan oleh Dirpamovit Polda Jatim.(dwi/mcb)

Leave a Comment