Share

Tujuh Titik Kawasan Hutan Menjadi KCAG

Kedungmaor, Temayang, Bojonegoro.

Bojonegoro, 2/1 (Media Center) – Dari 21 lokasi yang diajukan sebagai kawasan cagar alam geologi (KCAG) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral , hanya tujuh titik yang mendapat persetujuan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG).

Ketujuh lokasi tersebut berada di kawasan KPH Perhutani Bojonegoro. Saat ini Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Setda Pemkab Bojonegoro masih dalam proses kajian dan penyamaan persepsi dengan pihak KPH Perhutani Bojonegoro.

“Kedepan ketujuh kawasan tersebut rencananya akan dikembangkan sebagai kawasan study dan wisata,” kata Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Dharmawan.

Didalam penetapannya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berusaha menyamakan persepsi dengan pihak Perhutani. Salah satunya terkait konsep alam yang seharusnya disesuaikan dengan Undang-undang Kehutanan yang mana dinilai oleh Perhutani tidak diperbolehkan dirubah atau semacamnya.

Sementara itu, ADM Perhutani Bojonegoro, Daniel Budi Cahyono mengatakan, dalam pengembangan titik kawasan cagar alam geologi menjadi kawasan study maupun wisata harus murni.

Namun, jika dalam pengembangan di sekitar titik KCAG masih bisa dengan catatan tidak menimbulkan gangguan fisik yang bisa mengakibatkan kerusakan atau perubahan dari kondisi aslinya.

“Pada titik cagar alamnya harus murni. Sekitarnya bisa dikembangkan tapi tidak boleh menimbulkan gangguan,” jelasnya.

Daniel menambahkan, pada prinsipnya lokasi cagar alam geologi sendiri tidak luas dan KPH Perhutani sebagai operator mengikuti sesuai prosedur dari regulator. Namun, kata dia, lokasi KCAG secara prinsip tidak boleh diganggu dan harus dilindungi. “Pengembangan wisata dan lain-lain tetap bisa dilakukan di kawasan sekitar situs geologinya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tujuh kawasan yang ditetapkan sebagai KCAG seluas 8,15 hektare di kawasan KPH Perhutani. Ketujuh kawasan tersebut yakni, Kayangan Api, Kedung Maor, Fosil Gigi Hiu di Desa Sampang, Dung Lantung, Watu Gandul, Gunung Watu dan Banyu Anget.(*dwi/mcb)

Leave a Comment