Share

Tunggakan BPJS Kesehatan Bojonegoro Selama 2019 Capai Rp17,2 Miliar

Bojonegoro, Media Center – Tunggakan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Bojonegoro pada 2019 mencapai miliaran rupiah. Tunggakan tersebut dikhawatirkan semakian banyak dengan naiknya iuran yang harus dibayar peserta.

Data di BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, total tunggakan iuran tahun 2019 mencapai Rp 17,2 miliar. Jumlah tersebut dari jumlah 11 ribu peserta/keluarga yang menunggak. Baik dari kelas I hingga kelas III. Rinciannya, kelas I sebanyak 2.261 keluarga, kelas II 2.813 keluarga, dan kelas III 6.067 keluarga.

“Kami sudah memperingatkan agar para peserta yang rata-rata menunggak ini untuk segera melakukan pembayaran,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Janoe Tegoeh Prasetijo, Kamis (21/1/2020).

Sementara itu, di sisi lain, naiknya iuran BPJS tahun 2020 menjadikan peserta memilih turun kelas. Setiap hari ada puluhan peserta mendatangi kantor BPJS untuk mengajukan turun kelas. Rata-rata dari kelas satu ke kelas tiga.

Terpisah, Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro Hastono mengatakan, pascakenaikan iuran BPJS berpotensi terjadi peningkatan pasien kelas III.

Oleh karena itu, Ia berharap RSUD lain, seperti RSUD Padangan dan Sumberrejo bisa membantu sehingga pasien di RSUD Sosodoro tidak over load.

Jumlah bad kelas III di RSUD Sododoro sekarang ini sebanyak 200 buah, dan akan ditambah 150 bad, sehingga menjadi 350 bad.

“Saat ini masih seperti biasa, tapi kemungkinan akan ada peningkatan pasien kelas III. Semoga bisa dibantu dengan rumah sakit lain. Sehingga tidak menumpuk di RSUD,” ujarnya.(Dwi)

Leave a Comment