Share

Upacara Adat Buka Festival Bengawan Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – Festival Bengawan untuk memperingati Hari Jadi ke-338 Kabupaten Bojonegoro yang akan berlangsung pada 20 September mendatang akan dibuka dengan upacara adat yakni ider-ider “Uluk Salam Bengawan” yang akan digelar pada 17 September atau tiga hari sebelum gelaran yang berpusat di beberapa titik.

Ider-ider Uluk Salam Bengawan ini akan dimulai dengan tumpengan di Bendung Gerak hingga Taman Bengawan Solo (TBS). Selama perjalanan menyusuri Bengawan Solo ini, dilakukan ritual yang hanya bisa diikuti oleh para pria.

“Setelah tiba di TBS, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” ujar Ketua sub Seksi Festival Bengawan, Imam Wahyu Santoso, Senin (14/9).

Upacara adat ini, lanjut Imam, merupakan tradisi yang dilakukan oleh para leluhur yang berada di bantaran Bengawan Solo. Selama perjalanan, berbagai ritual dilakukan seperti menyanyikan gending-gending, membakar kemenyan dan menabur kembang setaman. Upacara adat yang bisa dinikmati oleh warga Bojonegoro di sepanjang bantaran Bengawan Solo ini dilakukan untuk mengangkat kembali budaya lokal yang hampir hilang.

“Nanti akan ada beberapa perahu. Yang terdepan adalah pemimpin ritual, Ki Adam Majintan, selanjutnya pelantun gending-gending pengiring ritual,” jelasnya pada kanalbojonegoro.com.

Di perahu ketiga, imbuh pria yang juga Kabid Pengembangan Usaha dan Promosi Budaya Disbudpar Bojonegoro, akan diisi oleh panitia induk HJB.

“Perahu terakhir akan diisi oleh tim SAR untuk mengawal acara ini,” pungkasnya.(*mcb)

Leave a Comment