Share

UPNV: Semburan Krondonan Bojonegoro Serupa Semburan Jari

Bojonegoro, 27/7 (Media Center) – Pakar Geologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPNV) Yogyakarta Dr. Jatmika Setiawan menyatakan semburan lumpur bercampur air panas di Desa Krondonan, serupa dengan semburan lumpur di Jari, keduanya di Kecamatan Gondang.

“Semburan di dua lokasi itu serupa tidak ada perbedaannya yang keluar gas,” katanya, kepada kanalbojonegoro, Rabu (27/7).

Dengan demikian, katanya, semburan lumpur bercampur air di dua lokasi itu tidak berbahaya, bahkan kalau musim kemarau kering maka air yang keluar bisa berhenti sendiri.”Kalau diberi api bisa menyala menjadi seperti Kahyangan Api di Kecamatan Ngasem,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan gas yang keluar dari semburan di dua lokasi itu merupakan gas dari jebakan antiklin. Ia mencontohkan nyala api di Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, berasal dari perangkap gas antiklin.

Sebaliknya, lanjut dia, di sumur “blekutuk” juga di lokasi Kahyangan Api, berasal dari perangkap gas ciklin, yang di atasnya ada airnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo juga menyatakan serupa bahwa semburan lumpur bercampur air panas di lima titik di Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, sejak Jumat (22/7) bisa berhenti sendiri.

“Tidak jauh dari lokasi semburan di Krondonan pernah ada semburan serupa dan kemudian hilang sendiri,” ujarnya.

BPBD, katanya, masih menunggu rekomendasi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas ESDM untuk menangani semburan lumpur di Krondonan.

“Kalau rencana kami semburan di Krondonan untuk lumpurnya harus dipisahkan agar air yang masuk ke kali setempat bisa jernih. Airnya masih bisa dimanfaatkan warga untuk tanaman bawang merah,” jelas dia. (*/mcb)

Leave a Comment