Share

UPT Bengawan Solo Berlakukan Siaga 2 Banjir Bengawan Solo

Bojonegoro, 23/2 (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, memberlakukan siaga 2- kuning dalam menghadapi meluapnya Bengawan Solo dengan ketinggian di Bojonegoro 14,40 meter pukul 05.00 WIB.

“Posisi ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) di Bojonegoro cenderung naik,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Mulyono, Jumat (23/2).

Dari data yang ada kenaikan air di TBS, sebelumnya 14,16 meter pukul 03.00 WIB, kemudian naik menjadi 14,30 meter pukul 04.00 WIB.

“Air Bengawan Solo bisa lancar masuk laut di Sembayat Gresik, juga melalui sodetan Plangwot-Sedayu Lawas di Lamongan,” ucap Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro menambakan.

Data di UPT Bengawan Solo menyebutkan ketinggian air di hilir Babat, Karanggeneng, Laren dan Kuro, semuanya di Lamongan, juga sudah masuk siaga banjir.

Selain itu, ketinggian air Bengawan Madiun di Ndungus, Ngawi, juga masuk siaga 2-kuning dengan ketinggian mencapai 7,95 meter pukul 03.00 WIB.

“Kenaikan air Bengawan Solo dipicu curah hujan tinggi beberapa hari terakhir,” kata dia menegaskan.

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, sebelumnya, menjelaskan BPBD membuka dapur umum di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang dan Desa Kunci, Kecamatan Dander.

Dapur umum, kata dia, dibuka karena warga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang masuk ke dalam rumah akibat banjir bandang dua hari lalu.

Selain itu, kerja bakti membersihkan lumpur yang memenuhi jalan raya Bojonegoro-Nganjuk sepanjang 500 meter di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, setebal 10 centimeter.

“BPBD juga memberikan bantuan 200 makanan siap saji kepada warga di Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, yang juga menjadi korban banjir bandang,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment