Share

UPT Bengawan Solo Berlakukan Siaga I Menghadapi Banjir

Bojonegoro, 29/9 (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan siaga I dalam menghadapi banjir Bengawan Solo dengan ketinggian air di Bojonegoro mencapai 13,38 meter, Kamis (29/9) pukul 12.00 WIB.

“Bojonegoro masuk siaga I sejak pukul 09.00 WIB,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Suyono.

Lebih lanjut ia menjelaskan banjir luapan Bengawan Solo yang terjadi di daerahnya itu dipengaruhi banjir yang terjadi di Ngawi, Madiun dan sekitarnya sejak sehari lalu.

Äkibat banjir di darerah setempat mengakibatkan ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, merangkak naik hingga mencapai meter 8,70 meter pukul 12.00 WIB.

Dengan adanya banjir di daerah itu, lanjut dia, meningkatkan debit air Bengawan Solo di daerah hilir Jatim, mulai Bojonegoro, Tuban, Lamongan sampai Gresik.”Posisi ketinggian air di Ndungus, Ngawi, sekarang ini stabil,” kata Petugas UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Ngawi Andik menambahkan.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukirno menjelaskan banjir Bengawan Solo yang terjadi di daerahnya hingga mencapai siaga I disebabkan pengaruh banjir di daerah hulu Ngawi dan sekitarnya.

“Kondisi air di Waduk Gajahmungkur, Wonogiri, Jawa Tengah, normal. Tidak ada pengaruhnya di daerah Bengawan Solo hilir Jatim,” ungkapnya.

Ia menambahkan BPBD sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam menghadapi ancaman bencana tidak hanya banjir, tapi juga ancaman bencana tanah longsor dan angin kencang.

“Kami sudah menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan mengaktifkan tim penanggulangan bencana dalam menghadapi ancaman bencana memasuki musim hujan,” tandasnya.(*/mcb)

Leave a Comment