Share

UPT Bengawan Solo Minta Daerah Hilir Waspada

Bojonegoro (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air
Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), meminta daerah hilir Jatim yang
dilalui Bengawan Solo tetap waspada mengadapi banjir luapan Bengawan Solo.

“Sudetan Bengawan Solo di Plangwot Lamongan ke laut Jawa berfungsi normal, tapi daerah
harus tetap waspada, sebab masih terjadi banjir dan menjelang purnama,” kata Kasi Operasi UPT
Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, (Senin, 16/12/2013).

Ia menjelaskan kewaspadaan dilakukan mengingat menjelang purnama, biasanya posisi air
laut akan pasang, sehingga air banjir Bengawan Solo terhambat masuk ke laut.

Apalagi, katanya, saat ini Bengawan Solo di hilir Jatim masih terjadi banjir. Bahkan,
katanya, air Bengawan Solo di hulu Ndungus, Ngawi, yang semula sudah turun naik lagi menjadi
6,50 meter, Senin pukul 12.00 WIB.

Di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari Kota Bojonegoro, yang semula
sudah turun 26,40 meter juga naik kembali menjadi 26,41 meter.

“Air laut kalau pasang tidak hanya menghambat laju air Bengawan Solo, bahkan air laut bisa
masuk ke Bengawan Solo,” ujarnya.

Ia menyebutkan Sudetan Plangwot Lamongan ke laut Jawa sepanjang 13,4 kilometer mampu
mengalirkan debit banjir sekitar 645 meter kubik/detik.

Mengantisipasi banjir Bengawan Solo, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Bojonegoro Amir Syahid, jajaran pemkab dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Suyoto menggelar
rapat membahas penanganan banjir Bengawan Solo.

“Inti rapat membahas mengenai penanganan korban banjir Bengawan Solo agar bisa semakin
maksimal, termasuk mengoptimalkan kinerja tim SAR gabungan,” katanya, menegaskan. (samcb)

Leave a Comment