Share

UPT Bengawan Solo Waspadai Kenaikan Bengawan Solo

Bojonegoro, 10/3 (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai kenaikan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, disebabkan pengaruh hujan di hulu dan lokal.

Sesuai laporan petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro, di Bojonegoro, Sabtu (10/3), menjelaskan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, naik disebabkan pengaruh hujan dari hulu.

Sesuai laporan yang diterima, lanjut dia, di wilayah Ngawi, Ponorogo, Madiun dan sekitarnya terjadi hujan deras, dalam beberapa hari terakhir.

“Ketinggian air Bengawan Solo di hilir, Jawa Timur, juga dipengaruhi hujan lokal,” ucap Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ. Budi Mulyono menambahkan.

Sesuai data di UPT Bengawan Solo menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro mencapai 12,91 meter (siaga I-13,00 meter), Sabtu (10/3) pukul 18.00 WIB.

Di hulu Karangnongko, Kecamatan Ngraho, pada waktu bersamaan ketinggian air mencapai 26,12 meter. Di hilirnya Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, masing-masing 7,22 meter (siaga I-hijau), 4,92 meter (siaga I-hijau), 3, 90 meter (siaga I-hijau) dan 1,88 meter (siaga I-hijau).

“BPBD mewaspadai curah hujan selama Maret tertinggi bisa mencapai 401 milimeter yang berpotensi menimbulkan bencana banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang dan tanah longsor,” ucap Budi menjelaskan. (*/mcb)

Leave a Comment