Share

UPT Bengawan Solo Waspadai Tiga Titik Kritis

Bojonegoro (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, mewaspadai tiga titik kritis berupa satu tanggul dan dua tebing longsor yang rawan menimbulkan banjir luapan Bengawan Solo.

“Di Bojonegoro ada tiga titik yang kritis rawan menimbulkan luapan banjir Bengawan Solo,” kata Kasi Operasi UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Mucharom, Kamis (19/11).

Ia menyebutkan tanggul yang kritis yaitu tanggul kanan Kali Ganggang di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, karena rawan longsor dengan panjang puluhan meter.

Selain itu, tebing kanan Bengawan Solo di Desa Kabalan dan Kanor, Kecamatan Kanor, juga mengalami longsor puluhan meter.

“Longsornya tebing di dua lokasi di Kecamatan Kanor itu mendekati tanggul negara, sehingga bisa mengancam keberadaan tanggul,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan tiga titik kritis baik tanggul maupun tebing itu, rawan menimbulkan luapan banjir Bengawan Solo.

Sebab, lanjut dia, kalau terjadi luapan Bengawan Solo, yang kemudian mengerus tanggul dan tebing hingga jebol bisa menimbulkan luapan banjir yang akan mengenangi pemukiman warga, areal pertanian di sekitarnya.

Selain di Bojonegoro, lanjut dia, di Tuban dan Lamongan, juga ada tujuh titik kritis berupa tanggul negara Bengawan Solo, juga tanggul desa yang rawan jebol, karena mengalami kerusakan.

“Kami sudah melaporkan kepada Balai Besar Bengawan Solo di Solo, Jawa Tengah, agar titik kritis di sepanjang Bengawan Solo hilir Jawa Timur, itu diperbaiki sebelum banjir datang,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment