Share

UPT Berlakukan Siaga Banjir Bengawan Solo Bojonegoro

Bojonegoro, 4/10 (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, memberlakukan siaga I-hijau dalam menghadapi luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, Selasa (4/10).

“Kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro masuk siaga banjir dengan ketinggian 13,00 meter (siaga I-hijau) sejak Selasa pukul 00.00 WIB,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Wandi.

Saat ini, kata dia, ketinggian air Bengawan Solo di Bojonegoro masih terus merangkak naik dengan ketinggian mencapai 13,45 meter pukul 06.00 WIB.

“Air di hilir Jatim mulai Babat, Lamongan, juga masuk siaga hijau,” tambahnya.

“Intensitas hujan yang terjadi di daerah hulun semakin meningkat dalam beberapa hari ini sehingga kenaikan air Bengawan Solo akan bertahan lama,” kata Kepala BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo menegaskan.

Menurut dia, kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro dipengaruhi memperoleh pasokan air Bengawan Solo dari hulu, Jawa Tengah, yang sempat masuk siaga banjir.

Tidak hanya itu pasokan air hujan dari Ngawi, Ponorogo dan Madiun, yang juga masuk siaga banjir juga meningkatkan debit banjir Bengawan Solo di daerahnya dalam beberapa hari terakhir.

Sesuai data di BPBD ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 meter dari kota juga naik dengan ketinggian 27,54 meter.

Sedangkan ketinggian air di Babat, Laren/Plangwot, Karanggeneng, dan Kuro, semuanya di Lamongan, masing-masing 6,88 meter (siaga I), 4,78 meter (siaga I), 3,47 meter dan 1,44 meter, keduanya di bawah siaga.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Sukirno, menambahkan persiapan menghadapi bencana banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang sudah dilakukan.

“Kewaspadaan menghadapi ancaman bencana sudah kami lakukan sampai tingkat desa,” tandasnya. (*/mcb)

Leave a Comment