Share

UPT Perkirakan Banjir Bengawan Solo Tidak lama

Bojonegoro, 19/1 (Media Center) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan banjir Bengawan Solo di hilir Jatim tidak berlangsung lama karena air di hulu surut sejak sehari lalu.

“Sepanjang hari ini tidak ada tambahan air hujan dari hulu maka banjir di hilir Jatim cepat surut,” kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Hendro, Kamis (18/1).

Namun, menurut dia, kalau memang hari ini terjadi hujan dengan curah tingi di daerah hulunya juga hujan lokal bisa mengakibatkan banjir di hilir Jatim, meningkat.

Sesuai data, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro mencapai 13,56 meter (siaga I) dan Karangnongko, sekitar 70 kilometer dari kota mencapai 26,32 meter, pukul 12.00 WIB.

Dalam waktu bersamaan ketinggian air di hilir, mulai Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, semuanya di Lamongan, masing-masing 7,41 meter (siaga I), 5,21 meter (siaga II),3, 93 meter (siaga I) dan 1,78 meter (siaga I).

Tiga jam kemudian ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro turun menjadi 13,48 meter.

Seorang petani Desa Temu, Kecamatan Kanor, Bojonegoro Hadi menjelaskan petani di sejumlah desa di Kecamatan Kanor dan Kecamatan Baureno, kembali menanam padi, karena tanaman padinya rusak terendam air banjir Bengawan Solo awal Desember 2016.

“Kalau tanaman padi yang sekarang usianya hampir sebulan terendam air banjir lagi ya habis harapan petani untuk bisa memperoleh penghasilan,” tuturnya.

Ia mengaku juga menanam tanaman padi di sawahnya sekitar 1 hektare dengan usia hampir mencapai sebulan.

“Daerah kami termasuk langganan banjir Bengawan Solo, sehingga kalau terjadi banjir lagi ya jelas tanaman padi akan kembali terendam air banjir,” ucapnya. (*/mcb)

Keterangan foto : Sejumlah warga menerabas genangan banjir luapan Bengawan Solo di Bojonegoro, awal Desember 2016.

Leave a Comment