Share

WALHI: Tambang Kapur Sebabkan Bojonegoro Krisis Air

Bojonegoro (Media Center) – Organisasi lingkungan hidup independent Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) memprediksikan dalam jangka waktu 10-15 tahun kedepan, Kabupaten Bojonegoro akan dilanda krisis air bersih.

“Hal ini dikarenakan adanya tambang kapur yang dilakukan secara besar-besaran di wilayah Bojonegoro dan Tuban,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Ony Mahardika, Sabtu (24/10).

Dia mengatakan, banyak sekali wilayah pertambangan kapur yang merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana ekologi. Hal ini dikarenakan tambang kapur merupakan kawasan yang meresap air

“Jika dilakukan terus menerus tanpa ada pengendalian dari pemerintah setempat, maka krisis air akan semakin nyata,” tandasnya.

Pihaknya mengaku, akan memantau kerusakan lingkungan akibat pertambangan batu kapur yang ada di Bojonegoro dan Tuban. Selain itu, pihaknya mendorong masyarakat untuk tidak takut melayangkan gugatan terhadap temuan kerusakan di wilayahnya.(dwi/*mcb)

Leave a Comment