Share

Wamen ESDM Minta Penambang Bojonegoro Tingkatkan Produksi

Bojonegoro (Media Center) – Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo meminta penambang minyak tradisional di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim) meningkatkan produksi minyak mentah lapangan sumur minyak tua peninggalan Belanda tanpa merusak lingkungan.

“Saya berpesan pengelolaan sumur minyak dilakukan dengan baik. Jangan sampai terjadi kecelakaan,” katanya, dalam kunjungannya di tengah ladang sumur minyak tua peninggalan Belanda di Kecamatan Kedewan, Bojonegoro, Minggu.

Ia yang ke lokasi didampingi Bupati Bojonegoro Suyoto juga berpesan kalau memang terjadi gangguan teknik mengenai pengelolaan sumur minyak tua bisa meminta bantuan tenaga teknis yang ada di Pertamina Cepu, Jawa Tengah (Jateng) atau tenaga teknis Perguruan Tinggi (PT) yang ada.

“Kami minta penambang mengelola dengan hati-hati agar tidak terjadi apa-apa,” ujarnya. Ia yang datang bersama Tim Pelanggi yang dipandegani Sutradara Garin Nugroho, dan Humas SKK Migas Elan Biantoro, selain mengunjungi lapangan sumur minyak tua, juga singgah di Agro Wisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pemerintah terus berusaha meningkatkan produksi minyak mentah secara serius termasuk para penambang minyak tradisional, sebab, kalau produksi meningkat berarti kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat

“Kalau kesejahteraan para penambang yang bekerja sama dengan KUD meningkat berarti juga meningkat. Begitu pula kesejahteraan masyarakat di kabupaten juga akan meningkat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua KUD Usaha Jaya Bersama (UJB) Kecamatan Kedewan Mardjuki menjelaskan jumlah sumur minyak yang dikelola sebanyak 126 sumur yang lokasinya di Desa Wonocolo dan Hargomulyo, di Kecamatan Kedewan.

Namun, katanya, pengaruh faktor usia sumur, maka yang diproduksikan rata-rata sekitar 70 sumur minyak/hari dengan produksi sekitar 10 drum minyak mentah/sumur.”Produksi minyak mentah semuanya disetorkan ke Pertamina Cepu.

Tapi masih ada sekitar 30 persen yang disuling para penambang,” katanya. Mengenai adanya minyak mentah yang masih disuling penambang dibenarkan Ketua KUD Sumber Pangan Kecamatan Kedewan Sugeng Priyanto.

“Jumlah sumur minyak yang dikelola KUD Sumber Pangan sebanyak 110 sumur, tapi yang diproduksikan sekitar 46 sumur,” jelasnya.(samcb)

Leave a Comment