Share

Wapres Puji Demokrasi Bojonegoro dan Menjawab Soal Pupuk

Dialog antara Wapres dengan rakyat Bojonegoro tampak berlangsung sangat santai, terlihat ketika Boediono yang didampingi isterinya beberapa kali terbahak saat mengikuti jalannya dialog

Bojonegoro (Media Center) – “Ini demokrasi yang benar, baru kali ini saya melihat dialog antara pemerintah dengan rakyatnya bisa cair seperti ini,” ujar Boediono, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) saat secara mendadak diajak oleh Bupati Bojonegoro, Drs H Suyoto untuk mengikuti kegiatan yang rutin digelar setiap hari Jum’at tersebut.

Dalam dialog yang biasanya digelar tanpa prosedur protokoler tersebut, Boediono sempat didapuk untuk menjawab pertanyaan dari rakyat. Kusnan, seorang peternak sapi asal Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu pun didaulat oleh Suyoto. Seperti biasa, Kusnan yang mempunyai pembawaan berapi-api pun segera memanfaatkan kesempatan langak tersebut, dengan suara lantang, pria langganan juara kontes ternak ini mengajukan dua pertanyaan.

Pertanyaan pertama adalah mengenai kelangkaan pupuk, disusul dengan pertanyaan mengenai kebijakan pemerintah yang diharapkan lebih peduli terhadap peternak. Menjawab pertanyaan Kusnan, Boediono mengatakan bahwa kelangkaan pupuk memang diakui sebagai masalah yang selalu dihadapi oleh pemerintah.

“Jadi ini bukan karena ada apa disini, namun memang karena subsidinya besar dari pusat. Dan Kusnan seharusnya bangga kalau tidak menggunakan subsidi,” jawab Boediono. Ia berjanji akan meneruskan pertanyaan dari rakyat Bojonegoro ke kementrian terkait, yakni pertanian.

Menambahkan jawaban Boediono, Suyoto mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Bojonegoro telah menandatangi aturan main distribusi pupuk. “Jadi soal satu desa satu kios, sudah akan mulai dijalankan. Termasuk aturan mengenai hak jual pupuk yang hanya boleh dilakukan kios, kelompok tani tidak boleh lagi,” terangnya.

Dialog antara Wapres dengan rakyat Bojonegoro tampak berlangsung sangat santai, terlihat ketika Boediono yang didampingi isterinya beberapa kali terbahak saat mengikuti jalannya dialog. Boediono beserta rombongan akhirnya harus meninggalkan lokasi dialog, menyusul ada agenda lain di sejumlah kota yang harus dijalani. “Terimakasih pada warga Bojonegoro, selama saya disini sangat nyaman dengan keramahan warga setempat,” kata Boediono. (*/mcb)

Leave a Comment