Share

Warga Beraktifitas Dalam Siaga III, Hulu Naik

Bojonegoro (Media Center) – Kecenderungan debit air Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kabupaten Bojonegoro, pagi ini (Senin, 16/12/2013) menunjukkan trend terus menurun. Hal itu terlihat dari pantauan ketinggian air yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro.

Pagi ini, pukul 07:00, ketinggian air di papan duga Taman Bengawan Solo (TBS) menunjukkan angka 15,29 dpl, yang berarti turun sekitar 15 cm dari posisi puncak pada tengah malam. Sementara itu, debit air Bengawan Solo di Karangnongko justru mengalami kenaikan dan tetap berstatus siaga banjir.

Sementara itu, meskipun status siaga 3 masih diberlakukan, warga Bojonegoro tetap melakukan aktifitas seperti biasanya. “Rumah saya semalam setinggi pinggang, alhamdulillah terus surut,” ujar Yati, warga Desa Tulung, Kecamatan Trucuk yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang kaki lima di wilayah Kecamatan Bojonegoro.

Yati dan keluarganya sengaja memilih tidak mengungsi, menyusul banjir luapan Bengawan Solo sudah menjadi kebiasaan yang dialami keluarganya selama puluhan tahun. “Banjir 2007 lalu, kami juga tidak mengungsi,” tambahnya.

Demikian pula aktifitas di Pasar Kota Bojonegoro, yang hanya berjarak 20 meter dari Sungai Bengawan Solo, pedagang dan pembeli masih melakukan aktifitasnya. Termasuk penggunaan sarana transportasi perahu untuk menyeberangi sungai.

Para pengungsi yang tersebar di sejumlah titik juga tampak melakukan aktifitas rutinnya, termasuk anak-anak sekolah dan mereka yang mempunyai aktifitas rutin lainnya.

Sebelumnya, BPBD Bojonegoro melaporkan jumlah pengungsi di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro adalah sebanyak 3.369 jiwa. Yang terbanyak adalah warga yang tinggal di wilayah Desa Ledokkulon dan Ledokwetan dengan jumlah pengungsi mencapai 1.240 jiwa. (ramcb)

Leave a Comment