Share

Warga Bojonegoro Berbondong-bondong Salat Gerhana

Bojonegoro, Media Center – Fenomena gerhana matahari cincin yang terjadi dari sekitar pukul 10.34 WIB hingga sekitar 14.00 WIB, pada Kamis (26/12/2019), menjadi pelajaran serta momen untuk bertaubat, berdoa dan meminta maghfiroh yang sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT.

“Gerhana adalah fenomena alam yang jarang terjadi. Sehingga sangat rugi jika hal itu hanya dilihat fenomenanya saja,” ujar Ustadz Afif Amarudin dalam khutbahnya di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro.

Dalam khutbahnya usai salat kusuf, Ia menyampaikan, Allah SWT menjadikan fenomena gerhana ini agar hambanya memperbanyak doa dan memohon ampun kepada-Nya.

“Gerhana merupakan peristiwa untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang tidak terhingga,” tegasnya.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) mengimbau kepada umat Islam untuk melaksanakan salat gerhana matahari secara berjamaah. Imbauan tersebut disampaikan kepada setiap Kantor Urusan Agama (KUA) agar disampaikan kepada jamaah masjid.

“Iya, kami sudah mengirim pers release dari Dirjen Bimas Islam lewat medsos dan sudah kami teruskan ke seluruh Kepala KUA,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Muhammad Syamsuri, Kamis (26/12/2019).

Informasi mengenai gerhana matahari cincin telah diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam fenomena tersebut diperkirakan awal gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 10.34 WIB, puncak gerhana pada pukul 12.17 WIB, dan akhir gerhana pada pukul 14.00 WIB.(Dwi)

Leave a Comment