Share

Warga Bojonegoro Berebut Tumpeng Hasil Bumi

Bojonegoro, 20/10 (Media Center) – Sejumlah warga Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berebut tumpeng hasil bumi arak-arakan dari kecamatan yang mengiringi tumpeng besar hasil bumi di dalam acara “Grebeg Berkah Jonegaran” untuk merayakan hari jadi ke-339 kabupaten setempat, Rabu (19/10).

Aksi rebuten tumpeng hasil bumi itu terjadi ketika arak-arakan tumpeng hasil bumi yang mengiringi Bupati Bojonegoro Suyoto, bersama jajaran muspida, juga lainnya berpakaian khas Bojonegoro memasuki alun-alun lokasi acara.

“Saya minta tahun mendatang jangan berebut tumpeng sebelum tumpeng didoakan,” kata dia ketika memberikan sambutan dalam acara “Grebeg Berkah Jonegaran”.

Akibat sejumlah warga mengambil hasil bumi yang dibawa dari 28 kecamatan itu, maka yang berada di atas panggung utama hanya satu tumpeng terbesar yang berisi juga hasil bumi.”Adanya rebutan tumpeng yang belum didoakan itu menandakan warga kurang sabar,” ucapnya.

Dalam sambutannya ia meminta warganya terus berusaha meningkatkan berbagai kemampuan dalam menghadapi alam di daerahnya yang selalu dilanda banjir juga kekeringan. “Kemajuan itu bergantung diri kita sendiri,” tandasnya.

Pada kesempatan itu ia meminta orang tua di daerahnya tidak segera menikahkan anaknya yang lulus SLTP agar tetap bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan SLAT.

Apalagi, lanjut dia, pemkab memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SLTA sebesar Rp2 juta per siswa.

“Kami minta orang tua tidak melarang anaknya melanjutkan pendidikan tingkat SLTA karena ada bantuan biaya pendidikan Rp2 juta per siswa,” katanya menegaskan.

Tidak hanya itu, katanya, kepala desa (kades) juga mempersulit permintaan orang tua yang akan menikahkan anaknya yang masih remaja.

Ia menyebutkan adanya kenaikan biaya bantuan pendidikan itu membawa hasil meningkatnya angka partisipasi sekolah tingkat SLTA menjadi 90 persen, yang sebelumnya tahun lalu hanya 67 persen.

“Siswa lainnya yang tidak meneruskan pendidikan ke jenjang SLTA karena sebagian besar ya menikah,” ujarnya.

Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro Suyanto, menyebutkan arak-arakan dalam acara “Grebeg Berkah Jonegaran” ada satu tumpeng besar ditambah 28 tumpeng sedang dari kecamatan yang berisi hasil bumi.

Selain itu, lanjut dia, pihak desa di 430 desa/kelurahan di daerahnya masing-masing membawa empat tumpeng nasi “kabuli” yang dimakan bersama.

“Acara “Grebeg Berkah Jonegaran” selain menandai rasa sukur masyarakat juga sebagai usaha menarik wisatawan,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment