Share

Warga Bojonegoro Serbu Wisata Prataan Tuban

Tuban, 18/12 (Media Center) – Di musim liburan tidak ada kata lain bagi siapa saja yang memiliki uang berlebih akan menyempatkan mengunjungi objek wisata.

Tak terkecuali warga Bojonegoro, Jawa Timur, juga bisa memilih mengunjungi berbagai objek wisata yang ada di berbagai daerah di Jawa Timur.

Di antaranya objek wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik (wisdom) dari berbagai daerah, bahkan wisatawan manca negara (wisman) yaitu Gunung Bromo, yang tentunya bagi yang memiliki anggaran berlebih baik dari uang pribadi maupun anggaran dinas.

Akan tetapi bagi masyarakat lapisan bawah tentunya akan berbeda untuk memilih dan mengunjungi objek wisata karena harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran.

“Banyak warga dari Kecamatan Kasiman, juga Kedewan, yang hari ini datang ke Prataan, selain dari kecamatan lainnya,” kata Pengelola objek wisata air hangat Prataan di Desa Wukiharjo, Kecamatan Parengan, Tuban Dharmuka, di lokasi, Minggu (18/12).

Wisadom dari Bojonegoro itu, tidak hanya orang tua tetapi juga anak-anak dengan naik kendaraan roda empat elf.

Objek wisata Prataan yang lokasinya di tengah-tengah kawasan hutan jati Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan, Tuban, menjadi pilihan karena harga karcis masuk hanya Rp12.000 per orang.

“Harga karcis masuk itu pengunjung bisa memanfaatkan mandi air hangat di kamar yang disediakan atau di kolam pemandian air hangat, juga pemandian air dingin,” jelas Dharmuka dibenarkan Administratur KPH Parengan, Tuban Daniel Cahyono.

Objek wisata Prataan berada di areal seluas 2,5 hektare, lokasinya sekitar 23 kilometer dari Kota Bojonegoro dan berjarak sekitar 60 kilometer dari Kota Tuban.

Fasilitas yang dimiliki 11 kamar mandi air hangat masing-masing berukurang 3X4 meter dan sebuah kolam air hangat berbentuk bundar dengan ukuran agak lebar yang berada di luar.

Selain itu di lokasi setempat juga dilengkapi dengan pemandian air dingin untuk dewasa dengan 20 X 25 meter berkedalaman 1-3 meter dan dua kolam anak-anak dengan ukuran masing-masing 7,5 X 8 meter.

“Pengunjung objek wisata Prataan selalu ada, meskipun tidak hari libur. Sekarang pengunjungnya cenderung meningkat, bahkan pernah mencapai 550 wisdom pada hari libur akhir pekan,” ucap Dharmuka menegaskan.

Menurut dia, pengunjung di objek wisata Prataan merupakan pengunjung yang sudah terbiasa datang ke lokasi setempat yang sebagian besar untuk terapi, selain berekreasi bersama keluarga.

“Pengunjung datang untuk terapi kesehatan, misalnya, sakit gatal-gatal, pegal linu, juga sakit lainnya,” ucapnya menambahkan.

Lebih lanjut ia menjelaskan pengunjung objek wisata Prataan sekarang tidak hanya bisa menikmati pemandian air hangat dan air dingin, tapi juga menikmati berbagai permainan, antara lain, “flying fox” dan “war game”.

Bahkan di lokasi setempat juga dilengkapi dengan lima ekor Rusa Timor, selain juga disediakan kegiatan “outbound traning” bagi pengunjung terutama dari kalangan pelajar.

Peminat “outbound training” selalu ada dari kalangan pelajar dan guru di setiap libur akhir pekan.

“Kami akan terus mengembangkan objek wisata Prataan agar bisa menjadi objek wisata tidak hanya berkelas Nasional, tetapi bisa berkelas Internasional,” ucapnya menegaskan. (*/mcb)

Leave a Comment