Share

Warga Ngampel Bojonegoro Larang Alat Berat Masuk Lapangan

Bojonegoro, 20/8 (Media Center) – Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melarang alat berat minyak masuk lapangan B Sukowati sebelum Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) menyelesaikan tali asih tiga bulan.

Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Bojonegoro Pudjiono, di Bojonegoro, Sabtu (20/8), menyatakan, warga melarang JOB PPEJ memasukkan alat berat ke lapangan B Sukowati di desanya karena belum menyelesaikan pencairan dana tali asih selama tiga bulan untuk bulan September, Oktober dan November 2015 sebesar Rp75 juta.

“Prinsipnya kalau dana tali asih sebesar Rp75 juta diberikan maka alat berat bisa masuk ke lapangan B,” katanya menegaskan.

Ia menjelaskan dana tali asih Rp75 juta itu berdasarkan kesepakatan warga, pihak desa dan JOB PPEJ yang melakukan pengeboran sumur minyak di lapangan B di desanya.

“Tapi pencairannya tidak segera kunjung dilakukan sehingga warga melakukan penghadangan alat berat rig kecil yang akan masuk lapangan B Sukowati,” jelas dia.

Dari keterangan yang diperoleh kanalbojonegoro menyebutkan sebuah truk yang berisi alat berat berupa moving rig terhenti di depan pintu masuk lapangan B Sukowati di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, sejak pukul 09.00 WIB. Hingga berita ini diturunkan alat berat di atas truk itu tidak masuk lapangan B karena dilarang warga.

Sejumlah petugas kepolisian resor (polres) berjaga-jaga di depan lapangan B Sukowati, di antaranya, juga ada Kapolsek Kapas AKP Ngatimin, Kabag Ops Polres Kompol Teguh Santoso, dan Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) Polres Kompol Agus Wahono.

“Penjagaan yang dilakukan petugas agar masalah tidak berkembang,” tandasnya.(*/mcb)

Leave a Comment