Share

Warga Ring I Blok Cepu Peroleh Perawatan

Bojonegoro (Media Center) – Warga ring I di sejumlah desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang menjadi korban bau menyengat dari lapangan sumur minyak Blok Cepu, memperoleh perawatan medis.

Camat Gayam, Bojonegoro Hartono, Jumat (26/2), menjelaskan warga yang menjadi korban bau menyegat yang berasal dari lapangan sumur minyak Sukowati, tidak banyak.

“Ada satu warga yang jatuh sakit dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, karena menghirup udara menyengat seperti “comberan”, pada Minggu (21/2),” jelas dia.

Menyusul setelah itu, menurut dia, warga yang jatuh sakit itu, memperoleh perawatan medis dari tim medis sebuah lembaga swadaya (LSM) yang menjadi mitra ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

Setelah itu, lanjut dia, ada satu lagi warga yang jatuh sakit asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, yang juga menghirup udara menyengat, pada Jumat (26/2).

“Seketika itu warga yang jatuh sakit itu, juga memperoleh perawatan medis, hingga membaik lagi,” ucapnya.

Mengenai bau menyengat itu, Hartono mengaku juga sempat mencium sendiri, dengan gambaran baunya mirip “comberan”.

“Saya sempat mencium bau mnenyengar yang berasal dari lapangan sumur minyak Blok Cepu, beberapa menit,” ucapnya.

Pihaknya, katanya, kemudian melakukan koordinasi dengan EMCL, terkait bau menyengat dari lapangan Sumur minyak Banyuurip Blok Cepu.

Dari hasil koordinasi, lanjut dia, diketahui bau menyengat berasal dari mesin diesel di lapangan sumur minyak Sukowati. Ketika mesin diesel dimatikan, kemudian asapnya yang terbawa angin menimbulkan bau menyengat.

Kepada EMCL, ia telah meminta LSM yang menangani permasalahan medis untuk berkoordinasi dengan Puskesmas Gayam.

Koordinasi, menurut dia, dilakukan agar kalau sewaktu-waktu terjadi kasus serupa, maka penanganannya bisa lebih cepat.

“Warga korban bau menyengat tidak ada yang menuntut ganti rugi,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment