Share

Warga Sekitar Wisata Tangkap Peluang Usaha

Bojonegoro, 4/7 (Media Center) – Banyak peluang usaha yang semestinya dapat ditangkap warga sekitar obyek wisata di wilayah Bojonegoro untuk meningkatkan ekonominya. Namun masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) menjadi penyebab masyarakat belum mampu menangkap usaha tersebut.

Ketua Asosiasi Biro Pariwisata Bojonegoro (ABIPARO), M.Faizin mengatakan, peluang usaha yang bisa ditangkap warga sekitar untuk mendukung sektor pariwisataa diantaranya industri kreatif seperti pembuatan souvenir, maupun hasil olahan makanan baik berupa camilan dan kuliner khas sekitar bagi pengunjung wisata.

“Apalagi sekarang ini industri pariwisata Bojonegoro sedang berkembang pesat. Seharusnya didukung dengan industri kreatif. Ini akan menjadi peluang ekonomi bagi warga sekitar,” kata Faizin.

Untuk menumbuhkembangkan industri kreatif guna mendukung dunia pariwisata Bojonegoro ini masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah (UMK) sekitar perlu diberdayakan agar lebih kreatif dalam menangkap peluang usaha yang ada.

“Harus ada pelatihan dan bimbingan  UKM secara terus menerus tentang dunia pariwisata. Karena sektor pariwisata tak bisa lepas dengan industri kreatif,” saran Faizin.

Selain pelatihan, tambah Faizin, yang tidak kalah pentingnya adalah akses permodalan bagi warga sekitar untuk membuka usaha baru.

Masih rendahnya SDM warga sekitar obyek wisata dalam menangkap peluang usaha ini dibenarkan oleh pengelola wisata Negeri Atas Angin Bukit Cinta, Rini Utomo. Menurut dia, selama ini warga sekitar masih beranggapan jika industri kereatif belum bisa menjadi andalan untuk menopan ekonominya.

“Seperti membuat souvenir-souvenir, mereka masih malas. Karena jelimet, dan hasilnya tidak seberapa. Sehingga mereka tetap memproduksi meubel,” kata Rini.

Jika kerajinan ini digarap maksimal, Rini optimis dapat menjadi peluang ekonomi. Dia mencontohkan, seperti pembuatan gantung kunci atau sablon kaos khas yang bergambar tentang wisata Angin Bukit Cinta dengan aneka warna.

“Misalnya gantungan kuncinya warna pink. Menyesuaikan pengunjung di sini yang sebagian besar remaja,” ucap Rini masuk akal.

Sekarang ini produk usaha yang disuguhkan kepada pengunjung wisata Negeri Atas Angin Bukit Cinta baru keripik ketela, keripik pisang, dan tales beraneka macam rasa seperti manis, gado-gado, pedes dan keju. Camilan ini merupakan produk ibu-ibu PKK dari desa di wilayah Kecamatan Sekar.(dwi/mcb)

Leave a Comment