Share

Warga Tulungrejo Bojonegoro Optimistis Pengamanan Tebing Efektif

Bojonegoro, 14/8 (Antara) – Warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, optimistis pengamanan tebing Bengawan Solo di desa setempat sepanjang 250 meter dengan memasang pagar bambu bisa efektif menahan longsor.

Ketua RT 14 Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Pudjo, di Bojonegoro, Minggu (14/8), menjelaskan, pengamanan tebing dengan memasang bambu di sepanjang tebing yang longsor sudah selesai sejak sehari lalu.

Dalam pengamanan tebing longsor itu, kata dia, menghabiskan sekitar empat truk bambu yang dimanfaatkan untuk memasang membuat semacam pagar di lokasi tebing yang longsor.

“Sepanjang pemasangan bambu diulang lagi tahun mendatang setelah banjir, maka longsornya tebing Bengawan Solo bisa diredam,” jelas dia.

Warga yang terlibat dalam pengerjaan pengamanan tebing Bengawan Solo, lanjut dia, sebanyak 15 warga yang masuk dalam program menghadapi banjir Bengawan Solo berbasis masyarakat yang merupakan program Federasi Palang Merah Internasional.

Kepala Desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Darto menjelaskan faktor longsornya tebing Bengawan Solo di desanya karena adanya penambangan pasir bermesin.

Akibatnya, lanjut dia, tanah di desanya longsor, karena penambangan pasir bermesin yang dilakukan sejumlah warga di Kecamatan Dander itu, membawa pengaruh rusaknya lingkungan di desanya.

“Banyak pemukiman warga di desa janu yang harus pindah, karena tanahnya longsor,” jelas dia dibenarkan seorang warga lainnya Lasidi yang rumahnya persis di tepi Bengawan Solo.

Menurut Lasidi, di sebelahnya sedikitnya ada empat rumah yang harus pindah karena longsor, akibat adanya penambangan pasir bermesin.”Rata-rata tanah tebing Bengawan Solo di desa kami longsornya berkisar 2-3 mete per tahunnya,” ujarnya. (*/mcb)

Leave a Comment