Share

Wisata “Nguber” Lele di Alun-Alun Bojonegoro

Bojonegoro (Media Center) – “Wisata nang jonegoro wae, leh”. (wisata saja di Bojonegoro saja, ya),” demikian coleteh di wa yang membahas wisata di Bojonegoro, Jawa Timur, yang akhir-akhir ini, mulai berkembang.

Coletehan yang bernada meyakinkan itu, tidaklah terlalu berlebihan, karena bagi anak-anak berwisata tidak harus jauh-jauh, apalagi ke luar kota. Cukup berwisata di seputaran Alun-Alun Kota, dengan objek wisata “nguber” (menangkap) lele dengan “seser” kecil.

“Ya selelahnya anak-anak menangkap lele,” kata penjaga anjungan menangkap ikan lele di Alun-Alun Kota, Bojonegoro Pipit Susanti (24), dalam perbincangan dengan kanalbojonegoro, Sabtu (5/3).

Di lokasi anjungannya ada sebuah bak dari seng yang cukup besar yang diisi air, yang kemudian sejumlah ikan lele sebesar gagang arit dilepas di bak itu. Dengan duduk memutar, sejumlah anak-anak dengan memegang seser terus menguber lele-lele itu.

Lele yang sudah berhasil ditangkap dengan seser kemudian oleh anak-anak dimasukkan ke dalam ember kecil.

Begitu seterusnya, dan ketika lele yang ada di bak sudah tinggal sedikit kemudian Pipit, mengembalikan lele ke dalam bak yang hanya berisi air tidak banyak itu.

Sebagaiman dijelaskan Pipit, anak-anak sangat menyukai permainan wisata menangkap lele itu, apalagi setelah itu, anak-anak memperoleh dua ekor ikan hias, bisa ikan hias Sumatera, juga yang lainnya.

Bagi anak-anak, katanya, bisa bermain-main dengan lele, dan ketika pulang karena memperoleh dua ekor ikan hias.

“Tarifnya Rp5.000 sekali bermain menangkap lele,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan wisata menangkap lele itu, tergolong ide murni dirinya, yang dikembangkan sejak dua bulan lalu. Ide itu, berangkat dari permainan di alun-alun setempat dengan cara memancing ikan dengan magnit.

Hanya saja, katanya, kalau lele itu dipancing jelas tidak mungkin dan lagi kalau cara mancing dipaksakan, maka ikan lele akan mati.

“Tapi memancing ikan dengan magnit hadiahnya buku, juga lainnya, bukan ikan hias,” ucapnya.

Meski tergolong permainan baru, Pipit mengaku bisa menjaring puluhan anak-anak untuk wisata “nguber” lele. Permainan itu, dibuka hanya setiap malam minggu.

“Anak-anak yang tertarik menangkap lele banyak. Bisa sampai 20 anak, setiap malam minggu,” tuturnya.

Di lokasi anjunganya di tepi jalan, Pipit juga membawa gerobak yang berisi barang dagangan lainnya yaitu akuarium dengan harga mulai Rp50.000 sampai Rp450.000 per unit.

“Kalau ikan lelenya sudah kelelahan saya bagikan kepada teman-teman atau tetangga untuk digoreng. Saya tidak tega kalau harus menggoreng ikan lele sendiri,” ucapnya. (*/mcb)

Leave a Comment