Share

Wisata Taman Pinggir Nggawan Hidupkan Produk UMKM

Bojonegoro, Media Center – Keberadaan Objek Wisata Taman Pinggir Nggawan (TPG) Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, telah memberikan multiplier efect (efek berantai) bagi warga setempat. Selain membuka peluang usaha dan kerja, juga meningkatkan pendapatan perajin camilan di desa setempat.

Perajin dengan mudah menjual produknya karena dibeli Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pilanggede Gemilang, sebagai pengelola wisata untuk souvenir para pengunjung Taman Wisata Pinggir Nggawan. Setiap pengunjung yang membeli tiket masuk Rp5.000, mendapatkan satu bungkus camilan produk warga.

Produk camilan warga beragam. Mulai dari keripik singkong, ketela, mlinjo dan lain sebagainya.

“Ini untuk membantu pemasaran para perajin UMKM di sini. Karena tanpa ada pemasaran, produk-produk camilan di sini akan sulit berkembang,” ucap Kepala Desa Pilanggede, Yaskun di temui di lokasi wisata Taman Pinggir Nggawan, Rabu (25/12/2019).

Setiap harinya BUMDes Pilanggede Gemilang membeli produk UMKM warga sebanyak 1.000 hingga 2.500 bungkus. Produk tersebut dibeli secara tunai, tidak menunggu dari hasil penjualan tiket.

“Jadi dari tiket masuk 5.000 rupiah itu, yang 2.500 untuk membeli produk camilan warga. Kita belinya ke warga langsung cash, sehingga uangnya bisa digunakan untuk produksi lagi,” tutur Kepala Desa yang menjabat dua periode itu.

Menurut Yaskun, kolaborasi BUMDes dengan perajin UMKM dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Sebab dari kerjasama ini para perajin dapat berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja. Selain menciptakan peluang usaha menyediakan bahan baku.

“Semakin banyak pengunjung akan semakin banyak produk UMKM warga yang terjual. PADes juga akan meningkat. Karena dari 2.500 hasil penjualan tiket sebagian masuk PADes,” tandasnya.

Oleh karena itu, lanjut Yaskun, kedepan Taman Pinggir Nggawan akan dikembangkan dan diperluas dari 800 meter persegi menjadi satu hektar. Sejumlah fasilitas yang akan ditambah seperti kolam renang, flying fox, dan outbond. Selain itu menambah tanaman buah-buahan seperti kelengkeng, durian, belimbing dan wisata edukasi pertanian.

“Harapan kita dengan wisata ini masyarakat bisa merasakan ekonominya meningkat. Karena, desa bisa dikatakan maju jika beberapa lini bisa tersentuh. Bukan hanya infrastruktur. Tapi wisata, pertanian, dan UMKM-nya tumbuh dan berkembang,” pungkas Yaskun.

Wisata Taman Pinggir Nggawan Desa Pilanggede, merupakan wisata baru di Bojonegoro. Wisat ini diresmikan oleh Bupati Anna Muawanah pada 19 November 2019, bersamaan dengan Festival Bengawan.

Meski baru berdiri, namun wisata ini banyak dikunjungi wisatawan. Dalam sehari libur Natal, jumlah pengunjung Taman Pinggir Nggawan mencapai 800 orang. Sedangkan total pengunjung sejak wisata dibuka sampai sekarang sudah mencapai 13.000 orang.

Di wisata Taman Pinggir Nggawan ini pengunjung disuguhi aneka tanaman bunga warna-warnai dengan gemericik air. Spot foto dengan latar belakang Sungai Bengawan Solo yang melegenda menjadi pelengkap untuk berselfi.

Lokasi Taman Pinggir Nggawan ini mudah djangkau baik kendaraan roda dua maupun empat. Jaraknya 3,5 Kilo Meter (KM) dari perempatan Balen (Jalan Nasional Bojonegoro – Surabaya).

Selain bisa menikmati keindahan aneka ragam bunga, pengunjung juga dapat menyusuri Bengawan Solo dengan sewa speedboat. Sewanya hanya Rp20.000, dengan jarak tempuh 1 KM.

“Prediksi kita jumlah pengunjung akan terus meningkat. Karena sekarang ini musim liburan sekolah, dan bersamaan dengan libur Natal dan tahun baru,” tegas Ketua BUMDes Pilanggede Gemilang.(Dwi)

Leave a Comment