Share

2.787 Buruh di Bojonegoro Terima Bantuan UNWHF

Bojonegoro (Media Center) – Bank Dunia United Nation World Human Facility (UNWHF) menggelontorkan dana untuk bantuan bagi para buruh di Indonesia. Peresmian bantuan ini digelar di Gedung Islamic Center, Bojonegoro, Rabu (20/5) pagi tadi.

Dalam acara yang diikuti ribuan peserta baik dari Kabupaten Bojonegoro maupun luar kota ini juga mengundang beberapa tokoh penting seperti Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Gubernur Jawa Timur hingga Bupati Bojonegoro. Meski tamu undangan penting tak bisa hadir, kegiatan di gedung yang terletak di jalan Panglima Polim ini dipenuhi penerima bantuan.

Ketua Panitia acara, Aris Saptonugroho mengatakan, bantuan ini diperuntukkan bagi anggota Federasi Serikat Buruh yang ada di Indonesia. Sementara, untuk Kabupaten Bojonegoro, tercatat ada 2.787 anggota yang akan menerima bantuan sebesar $1.000 US tiap tahunnya.

“Bantuan ini diserahkan bertahap selama setahun. Nanti, setiap tahun akan ada pembaruan data misalnya ada penerima yang meninggal dunia,” jelas Aris.

Ia mengungkapkan, persyaratan penerima bantuan ini hanyalah tergabung dalam Federasi Serikat Buruh.

“Jadi bagi warga kurang mampu yang belum tercover segera mendaftar untuk kami koordinir menerima bantuan ini,” lanjutnya.

Sementara itu, di tahun 2015 ini ada sekitar 2.500.000 orang penerima bantuan dari UNWHF di seluruh Indonesia.(lya/*mcb)

3 Comments on this Post

  1. bang ari

    Lebih dari 50 web dunia,pbb gue pelajari gue gak yakin adanya program itu gue ragu,itu gue mohon sebelum anda mendaftar pelajari dulu jangan ambil enaknya,

    Reply
  2. rangrang

    bener banget…kemungkinan ada indikasi unsur penipuan dan bs jd uang masyarakat yg udh ikutan gabung di fsbdsi yg jmlhnya ckp bnyk telah diputar u/ menguntungkan diri sndiri..misalkan dismpan dideposito dlm jangka wkt 6bln aja itu udh sangat menguntungkan sekali.teman saya ikut gabung dari bln mei 2015 sampe skrg februari 2016 blm ada tanda2 akan cair..ga pny hati nurani banget!!!!

    Reply
  3. inyongaku

    kenapa negara diam saja ada femnomena seperti ini? Bukankah menteri keuangan kita mantan direksi Bank Dunia sehingga semestinya bisa memberikan klarifikasi akurat tentang ada dan tidaknya program tersebut dari bank dunia. Kenapa masyarakat dibiarkan bingung?

    Reply

Leave a Comment