Share

Bojonegoro – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Bojonegoro melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban menjelang Idul Adha 1442 H. Langkah ini sebagai upaya menghindari penyakit berbahaya pada hewan yang bisa menular ke manusia.

Menurut drh. Sugiharti Sri Rahayu, Kabid Keswan dan Ternak Disnakan Bojonegoro, selain pengecekan hewan ternak secara rutin setiap bulan, menjelang Idul Adha 2021 ini Disnakan Bojonegoro menambah agenda pengecekan hewan kurban. “Seperti yang kami lakukan pemeriksaan d ilapak-lapak penjual hewan kurban musiman di seputaran kota Bojonegoeo,” ujarnya.

Pemeriksaan telah dilakukan total di 9 lapak, Mulai jl. Lisman, Jl. Pemuda, Jl. MH. Thamrin, Jl. Untung Suropati, Jl. patimura,serta Jl. Kapten Sidik Pacul Kecamatan Bojonegoro, yakni sebanyak 231 ekor domba dan 70 ekor kambing . “Ditemukan sakit mata 8 ekor kambing dan untuk penangananya kami lakukan pengobatan dan pemisahan,” ungkap drh. Sugiharti

Sementara itu, ditemukan juga hewan kurban yang tidak layak karena belom poel (lepas gigi) sebanyak 46 ekor. Sehingga Disnakan mengimbau kepada para pedagang untuk memisahkan dan menyampaikan kepada calon pembeli bahwa kambing tersebut belom poel. Selain itu ada 1 domba dinyatakan tidak layak karena terkena penyakit kulit.

“Apa yang dilakukan pedagang sebagai antisipasi untuk calon pembeli yang biasanya untuk melayani pembeli dengan sistem kurban iuran seperti sekolahan,” tuturnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan, banyak hewan kurban yang sehat dan layak serta masuk kategori aman. Karena tidak sampai cacat meski sebatas iritasi mata karena debu perjalanan dan uap urine. “Hal ini bisa terjadi disebabkan karena tempat penampungan yang tidak bentuk panggung,” pungkasnya.(FIF/NN/AK)

Leave a Comment