Share

Akan Latih 36 Operator Palang Pintu Kereta

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 36 calon operator palang pintu perlintasan kereta api di Kabupaten Bojonegoro akan segera mengikuti pelatihan. Hal ini menyusul keberadaan tujuh pos perlintasan kereta api yang telah rampung dibangun dan siap untuk dioperasikan.
Terkendalanya pengoperasian pos perlintasan ini lantaran belum adanya anggaran dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro untuk insentif dan pelatihan para operator. Namun rupanya hal ini bisa segera direalisasikan di tahun 2015.
“Kemungkinan April nanti pos perlintasan sudah difungsikan, saat ini masih persiapan keberangkatan operator untuk pelatihan dari KAI Propinsi,” jelas Iskandar, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro.
Iskandar menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan merekrut sejumlah petugas untuk mengoperasikan pos perlintasan kereta api. Ia mengaku, seluruh operator yang telah direkrut merupakan usulan dari masing-masing desa yang ditempati pos perlintasan.
Ia mengaku, dalam waktu dekat pihaknya belum bisa memberikan gaji atau insentif lantaran belum adanya anggaran untuk operator palang pintu kereta api ini.
“Sampai beberapa waktu ke depan sifatnya masih sukarela, tapi begitu ada anggaran pasti akan kita penuhi gajinya,” tegas mantan Kepala Disnakertransos ini.
Seperti diketahui, di tahun 2014 lalu, Pemkab Bojonegoro telah tuntas membangun pos perlintasan kereta api di tujuh titik yang paling ramai dan rawan. Pos yang telah berdiri dan belum difungsikan ini antara lain berada di wilayah timur yakni di Sraturejo, Kecamatan Baureno, Desa Medalem dan Talun, Kecamatan Sumberejo. Sementara di wilayah Bojonegoro kota berada di jalan Panglima Polim dan di wilayah barat yakni di Desa Kalian dan Pungpungan, Kecamatan Kalitidu serta di Desa Beged, Kecamatan Gayam.
“Rencana kita tambah dua unit lagi yakni di Desa Balen dan Desa Kalianyar,” pungkasnya.(lya)

Leave a Comment