Share

4.541 Ha Sawah Terancam Banjir

Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengingatkan kepada para petani untuk mulai menerapkan pola tanam yakni tanam, tanam, banjir. Hal ini dikarenakan, memasuki musim penghujan seperti sekarang ini ancaman banjir dari luapan sungai bengawan Solo mulai mengintai.

Bojonegoro (Media Center) – Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengingatkan kepada para petani untuk mulai menerapkan pola tanam yakni tanam, tanam, banjir. Hal ini dikarenakan, memasuki musim penghujan seperti sekarang ini ancaman banjir dari luapan sungai bengawan Solo mulai mengintai.

” Kalau petani sekarang ada yang sudah menerapkan, ada pula yang belum menerapkan,” ujar Kasi Perlindungan Tanaman Disperta, Suroto.

Dia mengatakan, pada tahun 2013 lalu seluas 4.541 Ha lahan pertanian mulai dari Kecamatan Padangan hingga Kecamatan Baureno terendam banjir. Sehingga, apabila petani tidak menerapkan pola tanam dengan baik dan benar dipastikan akan merugi.

Suroto menambahkan, dari total luas tersebut terdiri dari Kecamatan Balen seluas 479 Ha, Kecamatan Baureno 2.200 Ha, Kecamatan Bojonegoro 104 Hektar, Kecamatan kanor 1.141 Ha, dan Kecamatan Dander 155 Ha.

” Kalau yang sudah menggunakan pola tanam, maka petani akan terhindar dari kebanjiran karena sebelum puncak penghujan sudah panen,” tandasnya.

Namun, laporan yang diterima Disperta saat ini ada beberapa desa yang sawahnya mulai terendam air hujan diantaranya Desa Sukorejo, seluas 14 Ha, Kelurahan Kadipaten Kabupaten Bojonegoro seluas 4 Ha, dan Desa Kapas, Kecamatan Kapas 5 Ha.

” Kalau hanya terendam 4 hari bagi padi berusia 15 sampai 30 hari tidak masalah,” lanjut Suroto.

Sementara itu, Lasiman, warga Desa Ngampel, Kecamatan kapas, menyebutkan puluhan Ha sawah di desanya terancam menjadi lautan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, usia melakukan panen akan mengejar waktu yang tersisa untuk menanam padi sebelum puncak musim penghujan tiba.

” Ini mulai tanam lagi, usianya padinya masih 26 hari,” pungkasnya.(re/**mcb)

Leave a Comment