Share

4000 Kepala Keluarga Di Bojonegoro Dapat Jaringan Gas

Bojonegoro (Media Center) – Sebanyak 4.000 Kepala Keluarga (KK) Warga Kabupaten Bojonegoro mendapat subsidi jaringan gas rumah tangga. Subsidi jaringan gas rumah tangga itu merupakan program pemerintah pusat dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2020mendatang.

Konsultan pembangunan jaringan gas rumah tangga, PT Bernanta Jasindo, Ade Abdullah mengatakan, saat ini proses pembangunan di Bojonegoro baru sebatas survei detail enginering desain dan kontruksi. Kabupaten Bojonegoro sendiri mendapat jatah tersebut atas permintaan Bupati Bojonegoro, Suyoto.

“Kami sudah menempelkan stiker calon pengguna jaringan gas di rumah masing-masing,” ujarnya, Selasa (10/3/2015).

Dia mengatakan, sebagai gelombang pertama beberapa daerah yang terpiliih ada enam titik di Kecamatan Kota. Enam titik itu yakni, Desa Sukorejo, Kelurahan Mojokampung, Kepatihan, Sumbang, Klangon, dan Kelurahan Kadipaten. “Wilayah itu arahan dari Bupati, Suyoto,” lanjutnya.

Pengembangan gas alam itu diambil dari jalur pipa gas Gresik-Semarang (Gresem) sepanjang 271 Km. Proyek pipanisasi ini untuk menjamin pasokan gas diwilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Jaringan gas rumah tangga ini sistemmnya mudah seperti aliran PDAM, pipa langsung masuk kedalam kompor. Lebih aman jika dibanding dengan elpiji,” ujarnya.

Gas alam ini jika bocor, kata dia, langsung menyatu dengan alam. Beberapa daerah yang sudah menggunakan jaring gas rumah tangga ini seperti Bogor, Jakarta, Surabaya, Sidoarjo.

Sekadar diketahui, pipa gas Gresik-Semarang tersebut memiliki kapasitas 500 milion standard cubic feet per day (MMSCFD). Proyek pipanisasi ini akan melewati empat Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dan tiga Kabupaten di Jawa Timur. Pipanisasi Gresem ini dimulai dari metering station Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok. Pembangunan ruas pipa baru ini menelan biaya US$ 515,7 juta. (rin)

 

Leave a Comment