Share

Agrowisata Jambu Kristal Diserbu Pengunjung

Bojonegoro – Agrowisata Jambu Kristal di Desa Padang dan Mori, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, mulai banyak diserbu pengunjung. Setiap harinya jumlah pengunjung yang datang ke tempat ini mencapai 50 an orang.

Banyaknya pengunjung ini menjadi berkah para pemilik kebun Jambu Kristal. Salah satunya Abdul Majid. Ia mengaku, pada libur hari Minggu dirinya mampu menjual jambu kristal sebanyak 1,30 kwintal hingga 2,5 kwintal.

“Minggu lalu pada waktu panen saya bisa menjual sampai 2,5 kwintal,” kata Abdul Majid kepada di temui di kebunnya, Minggu (19/3/2017).

Sedangkan untuk hari biasa dirinya mampu menghabiskan sebanyak 50 kilogram (Kg) sampai 60 Kg. Per kilogramnya jambu yang memiliki kulit seperti kristal itu dijual seharga Rp15.000 ribu/Kg. Di agrowisata ini pengunjung bisa langsung memetik sendiri di kebun sesuai selaranya.

“Kalau rata-rata setiap hari bisa dapat Rp750 ribu sampai Rp1juta,” ucapnya.

Pengunjung yang datang ke kebun jambu kristal berasal dari dalam dan luar Bojonegoro seperti Tuban, Lamongan, Gresik, Jawa Timur, dan Blora, Jawa Tengah. Jumlah pengunjung setiap hari biasa sebanyak 20 an orang, sedangkan pada hari libur bisa mencapai 50 an orang.

Abdul Majid  memiliki 300 pohon jambu kristal yang tersebar di lahannya seluas setengah hektar. Setiap kali panen ratusan pohon itu bisa menghasilkan 16 kwintal jambu kristal.

“Kalau total luas jambu di sini ada tujuh hektar yang dimiliki oleh 34 petani. Masing-masing petani memiliki jumlah pohon dan luas lahan yang berbeda,”  ujar Ketua Kelompok Tani Jaya Utara II ini.

Musim panen Jambu Kristal tahun 2017 ini sudah berlangsung sejak 12 Februari lalu. Sehingga saat ini hanya tinggal sisa yang bisa dipetik.

“Banyak yang baru pentil. Dua atau tiga bulan lagi baru memasuki panen lagi,” ungkap Majid.

Salah satu pengunjung, Nur mengaku, senang membeli Jambu Kristal di agrowisata ini. Alasannya, selain buahnya masih segar, juga bisa memetik sendiri di kebun.

“Rasanya beda kalau memetik langsung di kebun. Apalagi kita bisa memilih sesuai selera,” sambung warga Desa/Kecamatan Purwosari itu.(dwi/kominfo)

Leave a Comment